Ada titik terang akan keberadaan Air Algeria



MALI. Teka-teki hilangnya pesawar Air Algerie yang mengangkut 116 orang mulai menemukan titik terang. Serpihan pesawat ini ditemukan di dekat perbatasan Burkina Faso.

Pesawat yang dimiliki oleh perusahaan Spanyol Swiftair ini menghilang dari radar kurang dari satu jam setelah lepas landas dari ibukota Burkina Faso, Ouagadougou, menuju Aljazair.

Saat ini, pesawat tempur Prancis, pasukan perdamaian PBB, dan pihak berwenang lainnya, tengah mencari serpihan-serpihan lain dan menggelar investigasi atas kejadian ini.


Serpihan pesawat ditemukan sekitar 50 kilometer (31 miles) dari perbatasan Burkina Faso dekat perkampungan Boulikessi di Mali.

"Kami sudah mengirimkan tim ke sana dengan persetujuan pemerintah Mali. Mereka menemukan serpihan pesawat dengan bantuan warga perkampungan setempat," jelas Jenderal Gilbert Diendere, kepala investigasi kecelakaan.

Dia juga bilang, ada sejumlah mayat yang ditemukan. Sementara, badan pesawat hancur dan terbakar.

Dirinya menjelaskan, tim penyelamat langsung pergi ke lokasi setelah mereka mendengar ada warga yang melihat pesawat turun 80 kilometer ke kota Malian sebelah barat daya.

Sementara itu, keluarga korban dari Prancis hingga Kanada masih berharap-harap cemas menanti kabar mengenai nasib pesawat. Hampir separuh dari penumpang pesawat tersebut berkewarganegaraan Prancis.

"Segala bukti yang ada membuat kami percaya bahwa pesawat jatuh di Mali. Krew pesawat mengubah rutenya karena cuaca buruk," jelas Presiden Prancis Francois Hollande setelah menggelar rapat darurat di Paris.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie