Ada UU Cipta Kerja, KIJA optimistis kinerja tahun depan lebih baik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mengatakan memiliki proyeksi bisnis yang apik pada tahun 2021 mendatang selaras dengan berlakunya UU Cipta Kerja.

"Dengan adanya UU Cipta Kerja tentunya akan semakin mendorong investasi asing untuk datang ke Indonesia dan berdampak pada bisnis Kawasan industri yang dimiliki Jababeka baik di Cikarang maupun Kendal yang saat ini siap untuk menampung kebutuhan investor asing terlebih KIK yang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus," jelas Sekretaris Perusahaan Kawasan Industri Jababeka Mulyadi Suganda kepada Kontan, Jumat (4/12).

Mulyadi melanjutkan, berdasarkan tren kinerja marketing sales kuartal III 2020 yang meningkat dibandingkan dengan kuartal I dan kuartal II, maka kinerja kuartal IV diharapkan dapat bisa bertahan dan berlanjut hingga semester 1 tahun 2021.


KIJA berharap, kinerja semester kedua 2021 akan meningkat lagi dengan harapan ditemukannya vaksin dan penyesuaian kegiatan new normal yang sudah berjalan sejauh ini.

Sampai tahun depan KIJA masih akan fokus mengembangkan lahan di luar Jabababeka di Cikarang yakni Kendal Industrial Park yang memiliki luas 552 hektar. Saat ini, KIJA sudah mencatat 62 tenant yang mengkonfirmasi untuk menempati lahan industri tersebut.

Baca Juga: Jababeka (KIJA) raih penjualan lahan Rp 254 miliar di kuartal III, 83% dari domestik

Perusahaan asal Indonesia masih mendominasi kawasan Kendal Industrial Park sebesar 49%, diikuti China 25% dan Taiwan sebesar 19%, sisanya diisi negara lain. Adapun industri yang mayoritas menempati tempat di KIP sebesar 34% dari industri fesyen, elektronik 15% dan packing 12%.

Tak hanya itu KIJA juga lanjut mengembangkan Tanjung Lesung di Banten. Pada akhir 2020 pihaknya resmi membuka kebun binatang Fauna Land Kid dan Fauna Land Resort.

Sedangkan di Jababeka Morotai, yang dikhususkan untuk kawasan wisata sejarah, KIJA sedang membangun D'Aloha Lot. Pihaknya juga sudab membangun 41 unit rumah dan akan menambah pembangunan menjadi 1.000 unit rumah. "Pada tahun depan akan ada direct flight Morotai - Bali dan juga Morotai - luar negeri," kata dia.

Namun demikian, sampai saat ini KIJA masih mereview porsi capex 2021 dan akan menyiapkannya jika sudah final. "Namun sebagai gambaran, capex pembelian tanah biasanya di kisaran Rp300miliar sampai - Rp400 milyar dan untuk maintenance infrastruktur di kisaran Rp100 miliar sampai - Rp150 miliar," tutup dia.

Selanjutnya: Jababeka (KIJA) bukukan penjualan dan pendapatan konsolidasi Rp 1,83 triliun Q3

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .