Adaro Energy (ADRO) Siapkan Anggaran Jumbo untuk Buyback Saham, Ini Sumber Dananya



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) berencana melakukan pembelian kembali sahamnya di pasar alias buyback saham. 

Emiten pertambangan batubara ini menyiapkan dana jumbo senilai Rp 4 triliun untuk melancarkan aksi korporasi ini. Dana buyback tersebut akan berasal dari kas internal Adaro. 

Saat ini, Adaro mengklaim memiliki permodalan dan arus kas yang baik, serta cukup untuk membiayai seluruh kegiatan usaha dan operasional.


Buyback saham ini akan dilakukan sesuai ketentuan POJK No. 2/2013 dan SEOJK No. 3/2020.

Baca Juga: Adaro Energy (ADRO) Menggelar Buyback, Gelontorkan Dana Jumbo Rp 4 Triliun

Artinya jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 20% dari modal disetor, dan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5% dari modal disetor.

Buyback saham ini akan dilakukan secara bertahap dalam periode tiga bulan terhitung sejak 15 Februari 2023 sampai 15 Mei 2023.

"Jika dana yang dialokasikan untuk pembelian kembali saham telah habis dan/atau jumlah saham yang akan dibeli kembali telah terpenuhi, Adaro akan melakukan keterbukaan informasi terkait dengan penghentian pelaksanaan pembelian kembali saham," tulis manajemen Adaro dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (14/2).

Manajemen Adaro berkeyakinan bahwa buyback saham tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja dan pendapatan ADRO. 

Baca Juga: Asing Kembali Masuk Bursa Saham, IHSG Malah Masih Konsolidasi

Ini karena saldo laba dan arus kas Adaro masih mencukupi.

Buyback saham ini diharapkan bisa memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor. 

Sehingga harga saham Adaro dapat mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya.

 
ADRO Chart by TradingView

Pada Selasa (14/2), saham Adaro naik 1,8% ke Rp 2.830. Tapi dalam lima hari terakhir, saham Adaro telah turun 2,75%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli