ADB Kucurkan Rp 415 Miliar Perluas Layanan Kesehatan Inklusif di Jabar dan Jateng



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Asian Development Bank (ADB) menandatangani perjanjian pinjaman senilai Rp 415 miliar atau setara US$ 25 juta dengan PT Mitra Plumbon Healthcare untuk memperluas akses layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas di wilayah yang kurang terlayani di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Pembiayaan ini akan digunakan untuk membangun rumah sakit baru di Batang, Jawa Tengah, serta menambah gedung rawat jalan di rumah sakit yang telah beroperasi di Cirebon, Jawa Barat.

Proyek tersebut ditujukan untuk memperkuat layanan bagi pasien yang terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).


Baca Juga: BPDP Tegaskan Biodiesel Sawit Jadi Pilar Ketahanan Energi Nasional

ADB menilai kepadatan tempat tidur rumah sakit di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya, dengan kesenjangan signifikan antarwilayah.

Jika Jakarta dan kota-kota besar relatif terlayani, sejumlah kota sekunder yang berkembang pesat masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, waktu tempuh panjang menuju fasilitas kesehatan, serta akses terbatas terhadap layanan spesialis.

Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia Bobur Alimov mengatakan, pembangunan berkelanjutan hanya dapat tercapai jika masyarakat berada dalam kondisi sehat.

Meski Indonesia telah mencatat kemajuan menuju cakupan asuransi kesehatan hampir universal, akses terhadap layanan rumah sakit berkualitas dinilai masih perlu diperkuat di sejumlah daerah.

“Proyek ini akan membantu mengatasi kesenjangan kritis dalam kapasitas rumah sakit. Dengan bekerja sama dengan Mitra Plumbon, kami bertujuan memastikan layanan kesehatan berkualitas menjangkau komunitas yang paling membutuhkannya,” ujar Bobur dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga: ABB rilis Automation Extended, Inovasi Industri dengan Kebelanjutan Operasional

Melalui proyek ini, Mitra Plumbon akan menambah sekitar 350 tempat tidur serta memperluas layanan rawat inap dan rawat jalan di wilayah dengan rasio tempat tidur yang masih rendah. Investasi tersebut juga diperkirakan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

Saat ini, Mitra Plumbon mengoperasikan tujuh rumah sakit di Jawa Barat dengan total lebih dari 2.700 tempat tidur. Lebih dari 80% pasiennya merupakan peserta JKN.

Pada April 2025, rumah sakit utamanya di Cirebon dengan kapasitas lebih dari 700 tempat tidur menjadi rumah sakit swasta pertama di wilayah tersebut yang meraih akreditasi Joint Commission International (JCI), standar internasional untuk kualitas dan keselamatan rumah sakit.

Pinjaman ini disusun sebagai sustainability-linked loan atau pinjaman berbasis keberlanjutan, yang disebut sebagai yang pertama di sektor kesehatan Indonesia. Skema ini mengaitkan insentif keuangan dengan pencapaian target kinerja lingkungan, sosial, dan gender.

Target tersebut antara lain mencakup pemasangan panel surya di fasilitas rumah sakit, peningkatan perekrutan dokter dan perawat perempuan, serta perluasan akses layanan bagi pasien JKN.

Baca Juga: Pasar Kendaraan Niaga Menantang, Isuzu Siapkan Strategi Jaga Pertumbuhan pada 2026

Skema pinjaman ini telah memperoleh sertifikasi dari DNV sebagai penyedia pendapat pihak kedua.

Selain pembiayaan, ADB juga akan mendukung penerapan protokol tanggapan terhadap kekerasan berbasis gender di rumah sakit baru di Batang.

Dukungan tersebut mencakup pelatihan bagi tenaga kesehatan dan penyediaan mekanisme rujukan agar korban dapat memperoleh layanan medis dan pendampingan secara aman dan bermartabat.

Chief Executive Officer Mitra Plumbon, Festus Susilo, mengatakan kemitraan dengan ADB memungkinkan perusahaan memperluas kapasitas layanan sekaligus memperkuat praktik keberlanjutan.

“Kerja sama dengan ADB memungkinkan kami memperluas kapasitas layanan, memperkuat praktik keberlanjutan, dan meningkatkan hasil kesehatan bagi komunitas di Jawa Barat dan Jawa Tengah,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News