ADB Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 5,2% pada 2026-2027, Inflasi Naik



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Asian Development Bank (ADB) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dan 2027 di level 5,2%. Namun menaikkan proyeksi inflasi.

Berdasarkan laporan terbarunya yang bertajuk Asian Development Outlook edisi September 2026, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dan 2027 tersebut, tidak berubah dibandingkan proyeksi ADB yang rilis pada Juli 2026.

ADB masih melihat ekonomi Indonesia tumbuh stabil di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global, terutama akibat gejolak harga energi dan ketegangan geopolitik.


Untuk kawasan Asia berkembang dan Pasifik, ADB memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,0% pada 2026 dan meningkat menjadi 5,1% pada 2027. Proyeksi 2026 tersebut naik tipis 0,1 percentage point (pps) dari perkiraan Juli sebesar 4,9%.

Baca Juga: Selain PLTS 100 GWp, Program PSEL Diusulkan Masuk Revisi RUPTL

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi kawasan pada 2026 diproyeksikan sebesar 5,0%, naik 0,1 poin persentase (pps) dibandingkan proyeksi dalam Asian Development Outlook (ADO) Juli.

Kenaikan ini didukung oleh kuatnya investasi di India dan ekspor teknologi yang tetap solid di negara-negara berkembang di Asia Tenggara. 

"Proyeksi 2027 tetap sebesar 5,1%. Namun, kedua proyeksi tersebut (2026 dan 2027).masih berada di bawah pertumbuhan 5,5% pada 2025," tulis laporan tersebut, dikutip Rabu (23/9/2026).

Di Asia Tenggara, pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 4,7% pada 2026 dan 4,9% pada 2027. Proyeksi tersebut masing-masing naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,6% dan 4,8%.

ADB mencatat penguatan pertumbuhan di Asia Tenggara antara lain ditopang oleh ekspor berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI), serta investasi.

Di kawasan tersebut, Vietnam menjadi salah satu negara yang mengalami kenaikan proyeksi pertumbuhan terbesar. ADB memperkirakan ekonomi Vietnam tumbuh 7,8% pada 2026, naik dari proyeksi sebelumnya 7,2%.

Baca Juga: Realisasi PNBP 2026 Berpotensi Lampaui Target, Terdorong Kenaikan Harga Komoditas

Sementara Malaysia diproyeksikan tumbuh 4,9% pada 2026, naik dari 4,6%. Sebaliknya, proyeksi pertumbuhan Filipina dipangkas menjadi 3,3% dari sebelumnya 3,8%.

Di luar Asia Tenggara, India menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan Asia. ADB menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi India pada 2026 menjadi 7,0%, dari sebelumnya 6,6%.

ADB Proyeksi Risiko Inflasi Naik

Kendati demikian, prospek ekonomi kawasan masih menghadapi sejumlah risiko. ADB menyoroti ketegangan geopolitik, gangguan pasokan energi, fenomena El Nino, kondisi keuangan yang ketat, serta ketidakpastian kebijakan perdagangan.

"Fenomena El Nino yang sangat kuat diperkirakan akan memperbesar tekanan inflasi," tulis laporan tersebut. 

ADB juga memperkirakan harga minyak lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya, yakni sekitar US$ 90 per barel pada 2026 dan US$ 78 per barel pada 2027.

Kenaikan harga energi tersebut berpotensi meningkatkan biaya impor dan memberikan tekanan terhadap inflasi di negara-negara Asia.

Baca Juga: Masa Kerja Satgas BLBI Tak Diperpanjang, Penagihan Dilanjutkan PUPN

Untuk Indonesia, ADB memperkirakan inflasi 2026 berada di 3,3%, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,0%. Proyeksi inflasi 2027 juga dinaikkan menjadi 3,0% dari 2,5%.

ADB memperkirakan, meski pertumbuhan ekonomi Indonesia dipertahankan pada 5,2%, namun tekanan harga menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News