Adhi Commuter Properti raih marketing sales Rp 400 miliar dari proyek LRT City



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek kereta cepat ringan (LRT) Jabodebek sedang dalam tahap perampungan. Hingga saat ini, pengerjaan proyek tersebut telah berjalan sekitar 84,7%, dan rencananya akan mulai beroperasi pada Juni tahun depan, setelah melalui tahap uji coba di bulan April nanti. 

Hal itu sejalan dengan proses pengembangan kawasan hunian yang terintegrasi dengan  konektivitas publik atau Transit Oriented Development (TOD) oleh berbagai pengembang properti. Salah satunya proyek TOD LRT City yang dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti (ADCP), yang merupakan anak usaha dari emiten konstruksi, PT PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Sekretaris Perusahaan ADHI Farid Budiyanto menjelaskan, proyek LRT City yang dikembangkan oleh ADCP memiliki progres yang berbeda-beda. Dia bilang, dari 10 proyek yang dikembangkan, tiga  di antaranya sudah melakukan serah terima apartemen tower pertama. Sedangkan sisanya masih dalam tahap pembangunan. 


"Saat ini beberapa proyeknya antara lain LRT City Bekasi – Eastern Green, LRT City Jaticempaka, dan LRT City Sentul sudah melakukan serah terima apartemen tower pertama. Sedangkan untuk proyek LRT City Bekasi – Green Avenue, LRT City Tebet, LRT City Ciracas, Adhi City Sentul, Grand Central Bogor, Cisauk Point, dan Oase Park masih dalam proses pembangunan," jelas Farid kepada Kontan.co.id, Senin (1/7).  

Baca Juga: Keadaan belum menentu, PP Properti (PPRO) wait and see lanjutkan proyek TOD

Dia menambahkan, hingga Mei 2021, ADCP telah membukukan marketing sales sekitar Rp 400 miliar dari proyek LRT City tersebut. Menurut Farid, tipe yang paling diminati oleh konsumen dari LRT City adalah apartemen tipe studio. "Sedangkan target marketing sales di tahun ini sekitar Rp 1,4 triliun - Rp 1,6 triliun," tambahnya.  

Di tahun ini, ADCP juga mempersembahkan hunian TOD baru, yakni LRT City Cibubur yang berlokasi 0 km dari Stasiun LRT Harjamukti. Farid berujar, LRT City Cibubur dibangun di lokasi yang strategis di antara dua kota utama, Jakarta dan Bogor. Kawasan ini pun diklaim dapat ditempuh dalam waktu lima menit dari Tol Jagorawi. "Capital Expenditure ADCP di tahun 2021 direncanakan sekitar Rp 1,5 triliun - 1,8 triliun," terangnya.  

Dengan adanya dukungan dari pemerintah seperti diskon PPN properti dan Seven Days Repo Rate yang diturunkan menjadi 3,5%, diharapkan dapat memberikan stimulus terhadap penjualan pasar properti, yang juga akan ikut mengembangkan lini bisnis ADCP.

Selain itu, perseroan juga melihat bahwa ada peluang yang sangat besar untuk keterserapan properti, di mana backlog perumahan khususnya di Jabodetabek masih tinggi terutama untuk pasar masyarakat menengah.

"Hal ini sesuai dengan sasaran segmentasi perseroan, yaitu penjualan properti Rp 300 juta – Rp 1 miliar, ditambah dengan diferensiasi produk properti LRT City terintegrasi dengan transportasi massal LRT Jabodebek yg akan beroperasi direncanakan pada pertengahan tahun 2022. Untuk itu, perseroan meyakini produk LRT City memiliki celah pasar unik yang belum dimiliki produk properti lain," pungkasnya. 

Selanjutnya: LRT Jabodebek ditargetkan rampung tahun 2022, begini progres proyek TOD Pondok Cina

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .