Adhi Karya (ADHI) Perkuat Restrukturisasi Keuangan, Fokus Benahi Bisnis Inti



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mulai memperkuat langkah penyehatan keuangan dengan menjalankan restrukturisasi secara menyeluruh.

Strategi ini tidak hanya menyasar struktur pendanaan, tetapi juga mencakup transformasi bisnis, penataan portofolio, efisiensi, hingga penguatan bisnis inti engineering dan konstruksi.

Langkah tersebut mendapat landasan baru setelah pemegang saham menyetujui dua agenda dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ADHI pada Rabu (30/9).


Pemegang saham menyetujui usulan restrukturisasi dalam rangka penyehatan perseroan serta penerimaan pinjaman bank dan/atau non-bank berjangka menengah dan panjang sebagai bagian dari upaya restrukturisasi.

Baca Juga: Ada Penyesuaian Laporan Keuangan, Laba ADHI Berbalik Jadi Rugi pada 2024

Persetujuan tersebut menjadi dasar bagi ADHI untuk melanjutkan program penyehatan keuangan secara bertahap.

Perseroan akan menggabungkan restrukturisasi keuangan dengan pembenahan sisi operasional dan bisnis agar perbaikan kondisi keuangan tidak hanya bersifat jangka pendek.

"Restrukturisasi kami jalankan tidak hanya melalui penataan struktur keuangan, tetapi juga transformasi bisnis dan penataan portofolio," ujar Corporate Secretary ADHI Siswanto dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).

Dalam strategi penyehatannya, ADHI menyiapkan tiga langkah utama.

Pertama, transformasi bisnis yang diarahkan untuk memperkuat fokus pada bisnis inti engineering dan konstruksi.

Kedua, inorganic initiatives serta pendampingan dari pemegang saham prioritas.

Ketiga, restrukturisasi keuangan untuk memperbaiki struktur pendanaan perseroan.

Baca Juga: Adhi Karya (ADHI) Kantongi Kontrak Baru Rp 8,3 Triliun hingga Juli 2026

Ketiga langkah tersebut akan berjalan beriringan dengan program efisiensi.

ADHI berupaya meningkatkan efektivitas operasional sekaligus memperkuat kinerja keuangan, sehingga ruang perbaikan tidak hanya berasal dari sisi pembiayaan, tetapi juga dari kemampuan bisnis menghasilkan kinerja yang lebih sehat.

Penataan portofolio menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Dengan kembali memperkuat bisnis inti, ADHI berupaya memastikan sumber daya dan kapasitas perseroan lebih terarah pada lini usaha yang menjadi kompetensi utama perusahaan konstruksi tersebut.

Sementara dari sisi pendanaan, persetujuan atas penerimaan pinjaman bank dan/atau non-bank berjangka menengah dan panjang memberikan ruang bagi ADHI untuk menjalankan restrukturisasi keuangan.

Skema tersebut menjadi bagian dari rangkaian penataan struktur keuangan perseroan dan akan dilaksanakan sesuai ketentuan Anggaran Dasar serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

ADHI menyatakan program penyehatan akan dilakukan secara bertahap dan terukur dengan tetap menjaga tata kelola perusahaan. Perseroan juga memastikan proses restrukturisasi tidak mengabaikan keberlangsungan operasional maupun penyelesaian proyek yang sedang berjalan.

Baca Juga: Adhi Karya (ADHI) Seleksi Ketat Proyek dan Jaga Profitabilitas Tahun Ini

Langkah ini penting karena penyehatan ADHI tidak hanya berkaitan dengan kondisi keuangan, tetapi juga keberlanjutan bisnis perseroan.

Karena itu, transformasi bisnis, efisiensi operasional, penataan portofolio dan restrukturisasi pendanaan ditempatkan sebagai satu rangkaian strategi untuk membangun fundamental perseroan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

ADHI merupakan perusahaan konstruksi yang telah beroperasi lebih dari 65 tahun dengan portofolio di sektor jalan dan jembatan, jalan tol, transportasi, gedung serta berbagai proyek infrastruktur.

Selain konstruksi, perseroan memiliki bisnis engineering, manufaktur, properti dan hospitality, serta investasi dan konsesi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News