ADHI pastikan pengerjaan LRT sesuai target



KONTAN.CO.ID - Duit dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) tak kunjung cair. Meski demikian, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) tetap optimistis target realisasi pengerjaan proyek light rail transit (LRT) hingga akhir tahun masih bisa tercapai.

"Target progress LRT 28%-30% hingga akhir tahun harus tercapai," ujar Harris Gunawan, Direktur Keuangan ADHI kepada KONTAN akhir pekan lalu, Jumat (15/9).

Seperti diketahui, jelang akhir Juli lalu, pemerintah akhirnya menyuntik dana berupa penyertaan modal negara (PMN) untuk KAI senilai Rp 2 triliun. Dana tersebut bakal dikombinasikan dengan pinjaman perbankan untuk kemudian dicairkan untuk pembayaran proyek LRT yang dikerjakan ADHI.


Namun, hingga saat ini, Harris mengaku belum ada pembayaran dari KAI. Sehingga, ADHI saat ini menggunakan kas internal dahulu untuk keberlanjutan proyek tersebut. "Masih ada dari internal cash, pinjaman bank dan hasil obligasi kemarin," imbuh Harris.

Semester I lalu, ADHI merilis Obligasi Berkelanjutan II Adhi Tahap I Tahun 2017 senilai Rp 2,99 triliun. Sebesar Rp 300 miliar dari perolehan dananya akan digunakan untuk penyertaan kepada PT Adhi Persada Beton (APB) untuk menunjang proyek LRT.

Sebagian dana hasil obligasi tersebut, atau setara sekitar Rp 1,69 triliun secara langsung juga akan digunakan ADHI sebagai modal kerja operasional proyek LRT. Dengan ketersediaan dana tersebut, Harris optimistis target realisasi 30% hingga akhir tahun bisa tercapai. Saat ini, progress proyek LRT sekitar 19%, masih ada 11% lagi yang perlu dikejar ADHI.

Asal tahu saja, nilai proyek LRT secara keseluruhan sekitar Rp 22 triliun. Dengan target realisasi 30%, maka ada kebutuhan dana sekitar Rp 660 miliar untuk pengerjaan proyek tersebut. Proyek LRT Fase I diharapkan bisa tuntas 100% pada awal 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati