Adik Kim Jong Un: Pernyataan sembrono Korea Selatan dinginkan hubungan yang membeku



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kim Yo Jong, adik Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, mengecam Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha atas pernyataannya tentang tindakan penanganan Pyongyang atas virus corona baru.

Kim Yo Jong mengatakan, menteri luar negeri alias menlu Korea Selatan bakal "membayar mahal" atas ucapannya, dan memperingatkan hubungan antar-Korea yang sudah membeku saat ini bisa menjadi lebih buruk.

Pekan lalu, Kang menyatakan dalam sebuah forum di Bahrain, Korea Utara tidak menanggapi seruan Seoul untuk bekerjasama dalam penanganan virus corona lintas batas, dan klaim Pyongyang bahwa tidak ada kasus sulit dipercaya.


"Hal itu dapat dilihat dari pernyataan sembrono yang dibuat olehnya tanpa mempertimbangkan konsekuensi bahwa dia terlalu bersemangat untuk lebih mendinginkan hubungan yang membeku antara Korea Utara dan Korea Selatan," kata Kim Yo Jong dalam pernyataan Rabu (9/12) yang disiarkan kantor berita KCNA.

"Kami tidak akan pernah melupakan kata-katanya dan dia mungkin harus membayar mahal untuk itu," sebutnya, seperti dikutip Yonhap.

Baca Juga: Kota Wina menjadi pusat operasi intelijen Kim Jong-un di Eropa

Korea Utara mengklaim bebas dari kasus virus corona, tetapi telah mempertahankan tingkat kewaspadaan dan tindakan antivirus yang tinggi, termasuk memperketat perbatasannya sejak awal tahun ini.

Korea Utara juga menolak bantuan dari luar, dengan mengatakan, bantuan asing bisa meningkatkan risiko wabah virus corona di negaranya. 

Pernyataan Kim Yo Jong tampaknya mencerminkan sikap Korea Utara dalam mendorong upaya antivirus sendiri dan menolak bantuan dari luar.

Pekan lalu, media Pemerintah Kore Utara melaporkan, Pyongyang berada pada tingkat kewaspadaan tertinggi terhadap virus corona, menangguhkan pengoperasian fasilitas umum, seperti restoran dan pemandian umum, serta membatasi pergerakan orang di ibu kota.

Pernyataan Kim Yo Jong muncul hampir enam bulan setelah dia mengeluarkan pernyataan dengan kata-kata kasar pada Juni lalu, yang mengancam akan meledakkan kantor penghubung antar-Korea karena marah atas pengiriman selebaran anti-Pyongyang oleh para pembelot di Korea Selatan ke Korea Utara.

Selanjutnya: AS kembali masukkan Korea Utara dalam daftar negara pelanggar kebebasan beragama

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan