KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) atau ADMF berencana menerbitkan obligasi dan sukuk mudharabah dengan total nilai Rp 2,15 triliun. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan VII dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Adira Finance. Dalam prospektur diterbitkan pada Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (18/9/26), ADMF menawarkan Obligasi Berkelanjutan VII Adira Finance Tahap IV Tahun 2026 dengan nilai pokok Rp 1,65 triliun.
Obligasi tersebut terbagi menjadi dua seri. Obligasi Seri A memiliki nilai Rp 1,079 triliun dengan tingkat bunga tetap 7,10% per tahun dan tenor 370 hari. Sementara itu, Obligasi Seri B memiliki nilai sekitar Rp 570,09 miliar dengan bunga 7,35% per tahun dan tenor 36 bulan. Pembayaran bunga obligasi tersebut akan dilakukan setiap tiga bulan. Jatuh tempo Obligasi Seri A dijadwalkan pada 16 Oktober 2027, sedangkan Seri B pada 6 Oktober 2029.
Baca Juga: Fitch Pertahankan Rating Danantara di BBB, Outlook Masih Negatif Selain obligasi, ADMF juga menawarkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Adira Finance Tahap IV Tahun 2026 senilai Rp 500 miliar. Sukuk tersebut terdiri dari Seri A sebesar Rp 325,41 miliar dengan indikasi bagi hasil setara 7,10% per tahun dan
tenor 370 hari. Sementara itu, Seri B sebesar Rp 174,59 miliar dengan indikasi bagi hasil setara 7,35% per tahun dan tenor 36 bulan. Pembayaran bagi hasil dilakukan setiap tiga bulan, dengan jatuh tempo Seri A pada 16 Oktober 2027 dan Seri B pada 6 Oktober 2029. Selain itu, ADMF menegaskan tidak berencana untuk melakukan pemotongan zakat atas bagi hasil yang diterima oleh pemegang sukuk mudharabah. Masa penawaran umum obligasi dan sukuk dijadwalkan berlangsung pada 29 September–1 Oktober 2026. Adapun distribusi elektronik dan pengembalian dana pemesanan dijadwalkan pada 6 Oktober 2026, sementara pencatatan di Bursa Efek Indonesia dilakukan pada 7 Oktober 2026. Obligasi dan sukuk yang ditawarkan memperoleh peringkat masing-masing idAAA dan idAAA(sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Penawaran tersebut dijamin dengan kesanggupan penuh (
full commitment) oleh sejumlah penjamin pelaksana emisi. Baca Juga: LDR Perbankan Naik Jadi 88,38%, OJK Sebut Likuiditas Masih Memadai Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News