KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mengakui kenaikan biaya dana (cost of fund) mulai memberikan tekanan terhadap bisnis pembiayaan pada semester II-2026. Meski demikian, perseroan belum terburu-buru menaikkan suku bunga kredit kepada konsumen. Direktur Utama Adira Finance I Dewa Made Susila mengatakan, secara bisnis kenaikan biaya dana seharusnya diteruskan (pass through) kepada nasabah melalui penyesuaian bunga pembiayaan. Namun, keputusan tersebut tetap mempertimbangkan sejumlah faktor, terutama daya beli masyarakat dan kondisi persaingan di industri multifinance. "Biaya dana Adira sudah mulai meningkat sehingga seharusnya kami melakukan pass on kepada nasabah. Namun, dalam menentukan lending rate kepada konsumen, kami juga mempertimbangkan daya beli masyarakat serta tingkat persaingan," ujar Dewa dalam paparan kinerja, Kamis (30/7).
Adira Finance Belum Agresif Naikkan Bunga Kredit, Ini Alasannya
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mengakui kenaikan biaya dana (cost of fund) mulai memberikan tekanan terhadap bisnis pembiayaan pada semester II-2026. Meski demikian, perseroan belum terburu-buru menaikkan suku bunga kredit kepada konsumen. Direktur Utama Adira Finance I Dewa Made Susila mengatakan, secara bisnis kenaikan biaya dana seharusnya diteruskan (pass through) kepada nasabah melalui penyesuaian bunga pembiayaan. Namun, keputusan tersebut tetap mempertimbangkan sejumlah faktor, terutama daya beli masyarakat dan kondisi persaingan di industri multifinance. "Biaya dana Adira sudah mulai meningkat sehingga seharusnya kami melakukan pass on kepada nasabah. Namun, dalam menentukan lending rate kepada konsumen, kami juga mempertimbangkan daya beli masyarakat serta tingkat persaingan," ujar Dewa dalam paparan kinerja, Kamis (30/7).