Adira Finance: Kebijakan Suku Bunga dan Kenaikan Yield Obligasi Pengaruhi Pendanaan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mengatakan, kebijakan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga di level 4,75% dan tren kenaikan yield obligasi berpengaruh terhadap pendanaan.

Secara rinci, Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, suku bunga yang ditahan di level 4,75% turut memberikan dampak positif bagi perusahaan.

"Sebab, biaya pendanaan kami mengalami penurunan, yang turut mendukung peningkatan Net Interest Margin (NIM) perusahaan," ungkapnya kepada Kontan, Minggu (3/5/2026).


Baca Juga: Laba Bersih Adira Finance Melejit 26% Jadi Rp 484 Miliar pada Kuartal I-2026

Namun, dengan adanya gejolak geopolitik yang mempengaruhi sektor keuangan, termasuk tren obligasi yang naik, Gani memperkirakan hal itu berpotensi memengaruhi kondisi NIM ke depannya. Oleh karena itu, dia bilang pihaknya akan terus mencermati perkembangan pasar.

"Kami masih akan mencermati perkembangan pasar ke depan, mengingat kami masih memiliki rencana dalam penerbitan obligasi di tengah atau sisa tahun ini," ujarnya.

Gani menyebut, penerbitan obligasi terakhir pada Februari 2026, dengan tingkat bunga atas pendanaan Adira Finance masih berada di level yang kompetitif. Dia bilang dalam kondisi pasar saat ini, Adira Finance tetap menjaga strategi pendanaan yang prudent dan terdiversifikasi, agar tidak bergantung pada satu sumber pendanaan saja.

Gani menerangkan, perusahaan mengombinasikan pendanaan dari pinjaman perbankan, obligasi, dan sukuk, dengan mempertimbangkan kebutuhan likuiditas, profil jatuh tempo, serta kondisi pasar. 

"Sejauh ini, komposisi sumber pendanaan perusahaan relatif seimbang, yaitu 49% berasal dari pinjaman perbankan dan 51% dari obligasi atau sukuk," tuturnya.

Dengan struktur pendanaan yang terdiversifikasi, Gani mengatakan Adira Finance memiliki fleksibilitas yang lebih baik dalam mengelola biaya pendanaan dan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Baca Juga: Laba Ciputra Life Naik 4,6%, Ini Strategi yang Jadi Andalan Sepanjang Tahun Ini

Dia menambahkan, Adira Finance akan terus menjaga strategi pendanaan yang prudent dan terdiversifikasi, serta disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas dan profil jatuh tempo perusahaan ke depannya.

Sementara itu, dalam menetapkan suku bunga kepada konsumen, Gani menyampaikan Adira Finance mempertimbangkan berbagai faktor, seperti tingkat persaingan di pasar, kondisi likuiditas perbankan, dinamika pasar modal, serta profil risiko kredit. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News