KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) memproyeksikan kualitas pembiayaan tetap terjaga pasca periode Lebaran 2026, meski secara historis industri pembiayaan kerap menghadapi tekanan musiman terhadap rasio kredit bermasalah atau non-performing financing (NPF). Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, setelah Lebaran biasanya terjadi pergeseran prioritas pengeluaran nasabah yang berpotensi mendorong kenaikan NPF. Namun demikian, perusahaan memperkirakan rasio pembiayaan bermasalah masih berada dalam batas yang terkendali. “Namun, untuk tahun 2026, kami memproyeksikan NPF perusahaan akan tetap terkendali dan terjaga dalam rentang 2,0%-2,5%,” ujar Gani kepada Kontan, Selasa (10/2/2026).
Adira Finance Proyeksikan Kredit Bermasalah Terjaga di Kisaran 2,5% Usai Lebaran 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) memproyeksikan kualitas pembiayaan tetap terjaga pasca periode Lebaran 2026, meski secara historis industri pembiayaan kerap menghadapi tekanan musiman terhadap rasio kredit bermasalah atau non-performing financing (NPF). Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, setelah Lebaran biasanya terjadi pergeseran prioritas pengeluaran nasabah yang berpotensi mendorong kenaikan NPF. Namun demikian, perusahaan memperkirakan rasio pembiayaan bermasalah masih berada dalam batas yang terkendali. “Namun, untuk tahun 2026, kami memproyeksikan NPF perusahaan akan tetap terkendali dan terjaga dalam rentang 2,0%-2,5%,” ujar Gani kepada Kontan, Selasa (10/2/2026).
TAG: