Adira Finance Proyeksikan Kredit Bermasalah Terjaga di Kisaran 2,5% Usai Lebaran 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) memproyeksikan kualitas pembiayaan tetap terjaga pasca periode Lebaran 2026, meski secara historis industri pembiayaan kerap menghadapi tekanan musiman terhadap rasio kredit bermasalah atau non-performing financing (NPF).

Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, setelah Lebaran biasanya terjadi pergeseran prioritas pengeluaran nasabah yang berpotensi mendorong kenaikan NPF. Namun demikian, perusahaan memperkirakan rasio pembiayaan bermasalah masih berada dalam batas yang terkendali.

“Namun, untuk tahun 2026, kami memproyeksikan NPF perusahaan akan tetap terkendali dan terjaga dalam rentang 2,0%-2,5%,” ujar Gani kepada Kontan, Selasa (10/2/2026).


Baca Juga: Adira Finance Catat Kredit Bermasalah Stabil di Level 2% pada 2025

Adapun berdasarkan data terakhir per Januari 2026, NPF Adira Finance tercatat berada di level 2,0%. Untuk menjaga kualitas pembiayaan, perusahaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan. 

"Strategi penyaluran kami dilakukan secara tersegmentasi sesuai dengan risk appetite perusahaan guna memastikan pertumbuhan portofolio tetap sehat dan berkelanjutan," tuturnya.

Baca Juga: Adira Finance Telah Terbitkan Obligasi Rp 3,56 Triliun per Juli 2025

Selain itu, Adira Finance juga memperkuat efektivitas proses penagihan guna menekan potensi kredit bermasalah. Perusahaan memastikan operasional berjalan optimal dengan dukungan kapasitas tim penagihan yang memadai, sehingga risiko kredit dapat diminimalkan.

Selanjutnya: Buka Ruang Kolaborasi, BCA Expoversary 2026 Hadirkan Talkshow Scale Up Bisnis

Menarik Dibaca: Hujan Ekstrem Landa Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (12/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News