Adira Finance Raih Laba Rp1,1 Triliun, Tetap Selektif Genjot Pembiayaan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) berhasil membukukan laba bersih Rp1,1 triliun hingga semester I 2026. Perusahaan masih melihat ruang untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja hingga penghujung tahun, meski tantangan daya beli masyarakat diperkirakan belum sepenuhnya mereda.

Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, perusahaan akan tetap mencermati kondisi pasar dalam menentukan strategi pertumbuhan pembiayaan. Fokus utama diarahkan pada keseimbangan antara ekspansi bisnis, kualitas aset, efisiensi operasional, dan pengelolaan pendanaan.

Menurut Sylvanus, peluang pertumbuhan laba hingga akhir 2026 masih terbuka. Namun, kondisi daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan.


"Perusahaan perlu semakin selektif dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan, menjaga kualitas aset, serta mengoptimalkan efisiensi operasional dan struktur pendanaan," ujarnya kepada Kontan, (20/8/26).

Baca Juga: AAUI Sebut Terdapat Potensi Peningkatan Klaim Akibat Gempa NTT dan El Nino

Strategi selektif tersebut menjadi penting di tengah tantangan yang masih dihadapi industri perusahaan pembiayaan. Adira Finance tidak hanya berupaya meningkatkan penyaluran pembiayaan, tetapi juga memastikan kualitas portofolio tetap terjaga untuk mendukung keberlanjutan profitabilitas.

Di sisi pendanaan, kenaikan suku bunga acuan turut memberikan tekanan terhadap industri multifinance. Peningkatan suku bunga dapat mendorong kenaikan cost of funds, sementara perusahaan pembiayaan tidak selalu dapat meneruskan kenaikan biaya tersebut kepada konsumen melalui penyesuaian tingkat bunga pembiayaan secara langsung.

Menghadapi kondisi tersebut, Adira Finance akan mengoptimalkan komposisi sumber pendanaan atau funding mix. Langkah ini dibarengi dengan pengelolaan biaya operasional secara disiplin guna menjaga tingkat efisiensi perusahaan.

Perusahaan juga akan terus menjaga kualitas portofolio pembiayaan sebagai bagian dari strategi menghadapi tekanan biaya pendanaan dan kondisi daya beli masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News