Adira Finance Salurkan Pembiayaan Modal Kerja Rp 896 Miliar pada Kuartal I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatat penyaluran pembiayaan modal kerja masih tumbuh pada kuartal I-2026, di tengah kondisi dunia usaha yang belum sepenuhnya pulih.

Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, secara industri pembiayaan modal kerja multifinance masih menunjukkan pertumbuhan positif. Hal ini mencerminkan kebutuhan pendanaan produktif pelaku usaha yang tetap terjaga.

“Di tengah tantangan ekonomi yang dinamis, tren pembiayaan modal kerja multifinance secara industri masih menunjukkan pertumbuhan positif. Artinya kebutuhan pendanaan produktif pelaku usaha masih tetap terjaga,” ujar Gani kepada Kontan, Rabu (6/5/2026).


Hingga kuartal I-2026, Adira Finance membukukan penyaluran pembiayaan modal kerja sebesar Rp 896 miliar, ia mengklaim angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Premi Reasuransi Rp 8,75 Triliun Mengalir ke Luar Negeri pada 2025, Ini Kata AAUI

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang sektor perdagangan besar dan eceran, pertambangan, industri pengolahan, pertanian, serta sektor produktif lainnya yang membutuhkan pendanaan untuk operasional maupun ekspansi usaha.

Meski tumbuh, Gani mengakui prospek ke depan masih sangat dipengaruhi kondisi ekonomi. Pelaku usaha cenderung lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi sehingga laju permintaan pembiayaan dapat tertekan.

Dari sisi kualitas aset, Adira Finance mencatat rasio non-performing financing (NPF) di segmen ini tetap terjaga di level 1,9%, sekaligus menunjukkan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.

Sebagai informasi, data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pembiayaan modal kerja memiliki porsi 10,67% dari total pembiayaan multifinance dan tumbuh 8,31% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 54,63 triliun per Februari 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News