Adira Finance Salurkan Pembiayaan Motor Listrik Rp 6,6 Miliar pada 2022



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seiring dengan meningkatnya antusias permintaan masyarakat terhadap kendaraan listrik, PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) berhasil mencatatkan kinerja positif pada pembiayaan segmen sepeda motor listrik.

Sepanjang 2022, Adira Finance mencatatkan penyaluran pembiayaan motor listrik meningkat signifikan mencapai Rp 6,6 miliar dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 2,0 miliar.

Asal tahu saja, pemerintah melalui Kementerian ESDM akan memberikan subsidi sepeda motor listrik dengan nominal subdisi untuk motor listrik baru dan konversi sebesar Rp 7 juta per unit, sama seperti yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan.


Baca Juga: Pada Tahun 2022, Sejumlah Multifinance Catatkan Kenaikan Jumlah Penarikan Kendaraan

Direktur Portofolio Adira Finance Harry Latif mengatakan, perusahaan menyambut baik adanya pemberian subsidi pembelian motor listrik oleh pemerintah. Sehingga, dengan adanya subsidi ini, diharapkan dapat mendorong penjualan motor listrik dan berdampak positif terhadap industri otomotif dan perusahaan multifinance.

"Namun, selain subsidi ini, diperlukan juga peningkatan infrastruktur yang mendukung kendaraan listrik seperti pos-pos pengisian daya kendaraan listrik," ungkap Harry saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (30/1).

Harry menambahkan, pada tahun 2023 perusahaan menargetkan portofolio pembiayaan baru kendaraan listrk dapat bertumbuh hingga dua sampai tiga kali lipat dari pencapaian tahun 2022, sejalan dengan semakin meningkatnya pemahaman masyarakat akan pentingnya konsep green living, serta tersedianya beragam merek kendaraan listrik sehingga dapat menarik permintaan di masyarakat.  

Menuru Harry, Adira Finance melihat beberapa tantangan program kendaraan listrik saat ini yang dihadapi antara lain seperti harga kendaraan listrik yang relative masih cukup mahal dibandingkan dengan kendaraan non listrik, sehingga penyaluran pembiayaan segmen kendaraan listrik masih cukup kecil di industri multifinance.

Baca Juga: Sepanjang 2022, Pembiayaan Baru Alat Berat Adira Finance Mencapai Rp 354 Miliar

Selain itu, masih terbatasnya infrastruktur yang akan mendukung kendaraan listrik seperti kurangnya pos-pos pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia, sehingga diperlukan adaptasi dan product knowledge yang lebih baik.

"Harga jual kembali (resale value) pada kendaraan listrik masih belum ada kepastian mengingat pasarnya juga masih relatif baru dan sedikit," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi