Adira Finance Targetkan Pembiayaan Kendaraan Listrik Naik Dua Kali Lipat pada 2024



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menargetkan pembiayaan kendaraan listrik perusahaan pada tahun ini meningkat dua kali lipat dibandingkan pencapaian pada 2023.

"Adapun pembiayaan kendaraan listrik perusahaan mencapai Rp 189 miliar sepanjang 2023," Direktur Portofolio Adira Finance Harry Latif kepada Kontan.co.id, Selasa (20/2).

Harry menerangkan pada Januari 2024, pembiayaan kendaraan listrik Adira Finance tercatat naik signifikan menjadi sebesar Rp 25 miliar. Namun, dia bilang porsi pembiayaan kendaraan listrik pada perusahaan masih relatif kecil.


Baca Juga: OJK Sebut 5 Multifinance Tengah dalam Proses Akuisisi oleh Investor Asing

Untuk mencapai target dua kali lipat, Harry menyampaikan perusahaan akan melakukan beberapa strategi. 

Salah satunya dengan memberikan program promosi kepada konsumen sehingga dapat menarik permintaan kendaraan listrik. 

Selain itu, Adira Finance akan melakukan penetrasi dan menjalin kerja sama dengan brand-brand kendaraan listrik baru hingga dealer-dealer. Harry juga memproyeksikan pembiayaan kendaraan listrik pada tahun ini masih akan terus bertumbuh. Hal itu seiring dengan makin meningkatnya antusias permintaan masyarakat. 

Meskipun pembiayaan listrik diperkirakan masih akan terus bertumbuh, Harry tak memungkiri ada sejumlah hal yang perlu diwaspadai, yang menjadi tantangan bagi perusahaan.

Salah satunya, harga kendaraan listrik yang relatif masih cukup mahal dibandingkan dengan kendaraan non listrik. Dengan demikian, penyaluran pembiayaan segmen kendaraan listrik masih cukup kecil di industri multifinance.

Baca Juga: Multifinance Bidik Pertumbuhan Pembiayaan Kendaraan Listrik

"Selain itu, masih terbatasnya infrastruktur yang akan mendukung kendaraan listrik, seperti kurangnya pos-pos pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia sehingga diperlukan adaptasi dan product knowledge yang lebih baik. Ditambah harga jual kembali (resale value) pada kendaraan listrik masih belum ada kepastian mengingat pasarnya masih relatif baru dan sedikit," kata Harry. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi