KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menargetkan tingkat
Non Performing Financing (NPF) selalu berada di bawah 2,5%. Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani menyampaikan hal itu selalu tercapai jika dilihat berdasarkan tren pada tahun-tahun sebelumnya. "Target kami selalu menjaga di bawah 2,5%," ungkapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (1/2/2026).
Gani bahkan mengatakan pencapaian NPF Adira Finance terbilang mengalami perbaikan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Dia menyebut angka NPF Adira Finance sebesar 2% pada akhir 2025, atau membaik dibandingkan posisi 2024.
Baca Juga: Astra Credit Companies: Persaingan Harga Mobil yang Makin Ketat Dapat Menjadi Peluang "Pada 2024, sempat berada di level 2,1%-2,2%," katanya. Gani menyampaikan posisi NPF Adira Finance pada akhir 2025 juga masih berada di bawah rata-rata industri multifinance yang berada di level 2,44%. Dia bilang memang biasanya angka NPF perusahaan selalu berada di bawah industri berkaca pada tahun-tahun sebelumnya. Lebih lanjut, Gani mengungkapkan Adira Finance menerapkan berbagai upaya untuk menjaga tingkat NPF tetap stabil. Dia bilang perusahaan selalu menerapkan prinsip manajemen risiko dan kehati-hatian. Selain itu, Adira Finance juga berusaha untuk memberikan pembiayaan yang tersegmentasi sesuai dengan
risk appetite atau batas risiko yang siap ditanggung perusahaan. Gani menyebut Adira Finance juga terus berupaya melakukan kegiatan penagihan secara efektif guna mengurangi potensi kredit macet.
Baca Juga: BNI Bukukan Laba Bersih Rp 20 Triliun pada 2025, Fee Based Income Menopang Pendapatan "Dari segi operasional, perusahaan akan berupaya menambah jumlah karyawan di titik-titik tertentu untuk memastikan operasional tetap optimal, sehingga bisa menekan risiko kredit," ungkap Gani.
Secara keseluruhan, Adira Finance menargetkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan dobel digit atau sebesar 10%-12% pada 2026. Sepanjang 2025, Adira Finance menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 43 triliun, dengan total piutang pembiayaan mencapai Rp 61 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News