Adira pangkas target pembiayaan besar-besaran



Jakarta. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk menghitung ulang target pertumbuhan pembiayaan tahun ini. Permintaan kendaraan bermotor yang masih loyo membuat anak usaha Bank Danamon ini memangkas target penyaluran kredit.

Willy S. Dharma, Direktur Utama Adira Finance, mengatakan, perusahaannya akan merevisi target pertumbuhan pembiayaan tahun ini jadi hanya 7%. Padahal, di awal tahun multifinance ini menargetkan bisa membukukan pertumbuhan penyaluran kredit mencapai 10% hingga 15%.

Dengan target baru tersebut, artinya Adira Finance cuma mengejar penyaluran pembiayaan sebesar Rp 32,6 triliun hingga akhir tahun. Semula emiten berkode saham ADMF tersebut berharap bisa menggelontor pembiayaan mencapai Rp 34 triliun.


Adira Finance terpaksa menggunting target gara-gara penjualan otomotif di dalam negeri tetap lesu. Alhasil, kinerja pembiayaan perseroan ini pun tersendat.

Hingga Juni 2016 lalu, mereka baru mengucurkan kredit Rp 14,9 triliun. Jika memakai target baru, Adira Finance sudah memenuhi 45,7% pembiayaan.

Nah, untuk mengerek kinerja di semester II, Adira Finance berencana menggenjot pertumbuhan penyaluran kredit melalui beberapa jalur pembiayaan. Misalnya, jalur pembiayaan syariah yang masih potensial.

Willy bilang, potensi pasar pembiayaan syariah terbilang masih subur. Karena itu, Adira Finance akan menambah porsi pembiayaan di segmen ini.

Selain itu, Adira Finance bakal menyalurkan pembiayaan kendaraan bekas. Jalur anyar ini untuk menutup pembiayaan mobil dan sepeda motor baru yang belum tumbuh signifikan. Tak hanya itu, mereka akan mengaktifkan marketing communication dan bagian analitics-nya.

Meski begitu, Willy tetap berharap sejumlah sentimen positif bisa mendorong pasar guna membantu kinerja di sisa 2016. Contoh, program pengampunan pajak. Kebijakan ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan berefek positif bagi pertumbuhan pembiayaan.

Selama ini, pembiayaan Adira Finance didominasi pembiayaan kendaran roda empat sebesar 51%, kemudian pembiayaan motor 47%. "Sisa 2% dari pembiayaan durable," kata Willy. Sementara dari jenis kendaraan, 60% merupakan kendaraan baru dan 40% kendaraan bekas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto