Adira turunkan porsi asuransi kendaraan



JAKARTA. PT Asuransi Adira Dinamika alias Adira Insurance memang mematok target pertumbuhan premi setinggi 30% pada tahun ini. Namun, tak semua lini bisnis diramal bakal lebih cerah daripada tahun lalu.

Direktur Utama Adira Insurance Indra Baruna menilai, beberapa lini bisnis masih akan dibayangi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah lini asuransi kendaraan yang masih belum akan pulih berbarengan dengan pasar otomotif yang masih lambat.

Makanya, Adira Insurance memilih lebih fokus mengembangkan bisnis di luar asuransi kendaraan pada tahun ini. Berbarengan dengan itu, kontribusi dari lini bisnis tersebut diramal bakal menyusut.


Indar menyebut, tahun lalu, porsi premi dari asuransi kendaraan masih mencapai 56% dari total premi yang dikantongi perusahaan. "Tahun ini, mungkin akan turun lagi menjadi 50%," kata Indra beberapa waktu lalu.

Sebagai gantinya, sejumlah lini bisnis lain disiapkan untuk menutup penurunan tersebut. Sebut saja dari lini asuransi kesehatan dan cargo. Sebenarnya, kata Indra, diversifikasi sudah disiapkan sejak beberapa tahun lalu. Misalnya produk asuransi kesehatan sudah dipasarkan sejak dua tahun lalu.

Hasilnya pun kini cukup menggembirakan, karena porsi dari lini bisnis tersebut sudah hampir mendekati 20%. "Mayoritas pasarnya dari segmen korporat namun akan terus kita kembangkan di ritel juga," ungkapnya.

Secara total Adira Insurance mematok target premi sebesar Rp 2,8 triliun sepanjang 2016. Sedangkan, tahun lalu, perolehan premi perseroan berada di angka Rp 2,2 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini