Adopsi AI Makin Didorong, Exabytes Bidik Efisiensi Bisnis UMKM hingga 70%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Exabytes Indonesia mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung pengembangan bisnis.

Dorongan tersebut disampaikan dalam SME DigitalFest 2026 bertema “UMKM + AI” yang digelar di Jakarta, Rabu (30/9/2026). Kegiatan yang didukung Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia tersebut diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM dari berbagai sektor.

VP & Country Manager Exabytes Indonesia Indra Hartawan mengatakan, perkembangan AI membuat teknologi tersebut semakin relevan untuk pelaku usaha, termasuk UMKM. Menurut dia, pemanfaatan AI dapat diarahkan pada berbagai kebutuhan bisnis yang sebelumnya membutuhkan lebih banyak sumber daya.


Baca Juga: PMI Manufaktur Naik, Kadin Ingatkan Pemulihan Belum Merata

“SME DigitalFest kami hadirkan untuk membangun kesadaran UMKM akan pentingnya memperkuat bisnis melalui performa digital. Tahun ini, kami berfokus pada adopsi AI, karena kita tidak bisa lagi mundur ke belakang,” ujar Indra dalam sesi konferensi pers usai acara, Kamis (1/9/2026).

Menurut Indra, salah satu manfaat yang dapat diperoleh pelaku UMKM berasal dari efisiensi pekerjaan. Ia menyebut pemanfaatan AI berpotensi mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk sejumlah pekerjaan operasional.

“AI terbukti dapat meningkatkan efisiensi waktu hingga 60%–70%, sehingga pemilik usaha dapat lebih fokus pada pengembangan bisnisnya,” jelas Indra.

Adapun pemanfaatan AI yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut mencakup pembuatan konten penjualan, iklan, layanan pelanggan hingga pengelolaan penjualan lintas kanal. Exabytes juga mendorong UMKM membangun fondasi digital melalui website, domain dan email bisnis sebelum memperluas penggunaan teknologi AI.

Direktur Aplikasi Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Tri Wahyudi dalam kegiatan tersebut memaparkan kondisi digitalisasi UMKM nasional serta arah pengembangannya. Sementara Direktur Pengembangan Bisnis dan Layanan Pemasaran SMESCO Indonesia M. Rizki Firdaus membahas peluang UMKM memperluas pasar di tengah perkembangan teknologi digital dan AI.

Baca Juga: IPCC Akhiri Kerja Sama KSO Maspion Terminal, Nilai Transaksi Rp 13,78 Miliar

Dari sisi pelaku ekosistem digital, pemanfaatan AI juga mulai menyasar integrasi kegiatan operasional. Marketing Lead Mekari Desty Timothy Santoso mengatakan, integrasi sistem dapat membantu pelaku usaha mengelola penjualan online, persediaan dan toko offline dari satu sistem.

“Dengan sistem Mekari Desty, pelaku usaha dapat mengelola toko online, stok inventaris, hingga toko offline di banyak cabang dari satu sistem, sehingga operasional menjadi jauh lebih efisien tanpa harus menambah banyak headcount,” kata Timothy.

Selain efisiensi, adopsi AI juga mulai digunakan pelaku UMKM untuk kebutuhan produksi konten. Steven dari Reka Tridi, pemenang GROWpreneur Competition 2026, mengatakan penggunaan AI dapat membantu mengerjakan sejumlah kebutuhan bisnis dengan sumber daya yang lebih terbatas.

Baca Juga: Digital Realty Bersama Angkat Raymond Yan Jadi Presiden Direktur

“Dengan AI, pekerjaan yang tadinya membutuhkan dua atau tiga orang, seperti mendesain foto produk dan menulis deskripsi yang baik untuk SEO, kini bisa dikerjakan oleh satu orang saja,” ujarnya.

Meski demikian, perluasan adopsi AI di kalangan UMKM masih membutuhkan peningkatan pemahaman dan kesiapan pelaku usaha. Dalam SME DigitalFest 2026, Exabytes juga menggelar workshop dan AI Clinic agar peserta dapat mencoba penggunaan AI untuk kebutuhan bisnis secara langsung.

Indra mengatakan, perusahaan akan terus mengembangkan produk dan layanan yang terintegrasi dengan AI sekaligus memperluas edukasi bagi pelaku usaha. Langkah tersebut diarahkan agar pemanfaatan teknologi tidak berhenti pada tahap pengenalan, tetapi dapat digunakan untuk kebutuhan operasional dan pengembangan bisnis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News