Adu Balap Simpanan Nasabah di Bank Digital dan Konvensional



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu penopang likuiditas perbankan berasal dari dana yang ditempatkan oleh nasabah dalam bentuk simpanan seperti tabungan, deposito, hingga giro. 

Dalam hal ini, perbankan digital getol menjaring nasabah. Sebut saja PT Bank Raya Indonesia, di mana sepanjang 2023 tercatat jumlah nasabah yang menyimpan dana di bank ini mencapai 805 ribu, naik 16% secara tahunan dari tahun 2023. 

Dari jumlah tersebut DPK yang diperoleh juga tumbuh hingga 94,84% secara tahunan menjadi Rp 1,2 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 616 miliar.


Corporate Secretary Bank Raya Ajeng Putri Hapsari menyampaikan bahwa optimalisasi terhadap ekosistem digital serta menawarkan promo-promo guna menarik nasabah agar menyimpan dana di Bank Raya. 

Baca Juga: Bank Digital Optimistis Tancap Gas Penyaluran Kredit Melalui Channeling

“Kami punya punya strategi dengan melakukan pemasaran melalui cluster-cluster usaha dan promosi kepada end user. Selain itu Bank Raya terus melakukan pengembangan terhadap fitur-fitur untuk peningkatan user dan transaksi, misalnya yang terbaru adalah QRIS Merchant,” kata Ajeng kepada KONTAN, Minggu (31/3). 

Tidak mau kalah, pada Desember 2023 lalu PT Bank Jago Tbk mencatat dari 10,2 juta nasabahnya sebanyak 8,1 juta merupakan nasabah yang memiliki simpanan.  Dari jumlah nasabah tersebut, Bank Jago mampu menghimpun DPK sebesar Rp 12,1 triliun, di mana hal itu tumbuh 46% dibandingkan dengan perolehan pada akhir 2022 yang sebesar Rp 8,3 triliun. 

Untuk perolehan DPK ini sebanyak 65% berasal dari current account and savings account (CASA) yang mencapai Rp 7,9 triliun. Kemudian 34,7% atau Rp4,2 triliun merupakan simpanan nasabah dalam bentuk deposito.

“Sejak awal Bank Jago konsisten mengedepankan inovasi dan kolaborasi dengan ekosistem digital sebagai unique value proposition kami. Kolaborasi dengan mitra strategis kami, termasuk ekosistem GoTo, menjadi pintu masuk nasabah untuk mengakses produk dan layanan perbankan Jago,” kata Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung. 

Sedangkan perbankan konvensional menengah seperti PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk mencatat nasabah simpanan sebanyak 5,8 juta orang.

Dari jumlah nasabah simpanan itu, Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan total dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 350 triliun atau naik 8,7% secara tahunan per Desember 2023. Pihaknya pun berharap agar tahun ini DPK tumbuh hingga 21,3%.

“Untuk mencapai target tersebut, BTN fokus pada peningkatan akuisisi rekening transaksional khususnya melalui channel digital dan pengembangan segmen BTN Prospera yang menargetkan Nasabah dengan dana Rp 100 juta hingga Rp 500 juta. Strategi ini dijalankan seiring dengan tren perkembangan segmen emerging affluent baik secara nasional maupun global,” kata Ramon kepada KONTAN. 

Baca Juga: Proyeksi Laba Bank KBMI 4 pada Kuartal I 2024, Akankah Kembali Cetak Rekor?

Di sisi lain PT Bank Danamon Indonesia Tbk berhasil membukukan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 10% secara tahunan mencapai Rp 140,4 triliun. 

Sementara jumlah pertumbuhan nasabah yang menempatkan dananya di Danamon mencapai lebih dari 40% secara tahunan, terutama dari nasabah-nasabah dari ekosistem Danamon. Adapun segmen nasabah prioritas dengan label Danamon Privilege dan nasabah emerging affluent dengan label Danamon Optimal berkontribusi besar terhadap perolehan DPK. 

Untuk tahun ini, Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon Ivan Jaya menargetkan jumlah nasabah yang memiliki simpanan mampu tumbuh lebih 25%.

“Agar mencapai target itu, kami meluncurkan produk yang lebih variatif, inovatif, seperti fitur transaksi valas dalam mobile banking kami D-Bank Pro yang memberikan nilai tukar yang sangat kompetitif,” pungkas Ivan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi