KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua emiten yang bergerak khusus di sektor produsen susu, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (
CMRY) dan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (
ULTJ) mencatatkan kinerja laba yang melejit hingga dua digit di tahun 2025. Berdasarkan laporan kinerja keuangannya, CMRY mampu meraih lonjakan laba bersih 33,8% menjadi Rp 2,03 triliun di tahun 2025. Sementara, laba bersih ULTJ tumbuh 19,06% menjadi Rp 1,35 triliun. Meski demikian, kinerja pendapatan kedua emiten tersebut bergerak berbeda. CMRY masih mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 18,2% hingga mencapai Rp 10,72 triliun. Di sisi lain, ULTJ justru melaporkan penurunan penjualan sebesar 1,2% menjadi Rp 8,76 triliun.
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Abdul Azis menilai dari sisi prospek pertumbuhan, CMRY terlihat lebih menarik dibandingkan ULTJ untuk tahun 2026. Hal ini tercermin dari kinerja sepanjang 2025, di mana CMRY masih mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan 18,2% YoY serta kenaikan laba bersih 33,8% YoY yang mencerminkan ekspansi permintaan yang solid.
Baca Juga: Pinjaman Konsumen GOTO Tembus Rp 8,8 Triliun di Tahun 2025, Melejit 68% Di sisi lain, ULTJ memang mencatatkan pertumbuhan laba bersih 19,1% YoY, namun terjadi kontraksi penjualan sebesar 1,2% YoY. Dengan demikian, peningkatan laba ULTJ lebih banyak didorong oleh efisiensi biaya dibandingkan ekspansi penjualan. "Dengan demikian, CMRY lebih unggul dari sisi
growth, sedangkan ULTJ lebih defensif karena
brand kuat dan distribusi yang luas," kata Azis kepada Kontan, Rabu (11/3/2026). Ke depan, Azis menilai sektor ini masih memiliki sejumlah sentimen positif, antara lain meningkatnya konsumsi produk dairy dan minuman bernutrisi. Selain itu, inovasi produk bernilai tambah seperti susu tinggi protein dan yogurt juga berpotensi mendorong pertumbuhan. Namun demikian, terdapat beberapa risiko yang perlu diperhatikan, di antaranya fluktuasi harga bahan baku susu di pasar global, tingkat persaingan industri yang semakin ketat, serta sensitivitas daya beli konsumen terhadap produk dengan harga premium. Azis merekomendasikan buy saham CMRY dan ULTJ dengan masing-masing target harga di level Rp 5.300 dan Rp 1.700 per saham. Dalam kesempatan terpisah,
Corporate Secretary Cisarua Mountain Dairy (CMRY), Dinar Primasari mengatakan kinerja CMRY di tahun 2025 tumbuh solid di antaranya disebabkan oleh peningkatan kontribusi penjualan bersih dari segmen
dairy dan segmen
consumer foods, perluasan saluran distribusi dan peningkatan efisiensi operasional. "Pada tahun 2026, kami fokus pada
sustainable growth dengan target penjualan pada kisaran 10%-15%," ujar Dinar.
Baca Juga: Berapa Kontribusi Cuan Tokopedia ke Keuangan GOTO di 2025? Untuk mencapai target itu, perusahaan akan fokus mengembangkan dan meluncurkan produk inovatif pada segmen Premium Dairy dan Premium Consumer Foods, memperluas dan memperkuat saluran distribusi pada Modern Trade, General Trade, Miss Cimory, dan Ekspor, menerapkan langkah-langkah pengendalian biaya yang disiplin, efektif dan efisien, dan berkomitmen penuh pada aspek Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (ESG) dalam menjalankan kegiatan bisnis perusahaan. Di samping itu, Dinar juga mengungkapkan saat ini, kontribusi pasar domestik masih lebih dominan dibandingkan ekspor. Pada tahun 2025, penjualan dari pasar ekspor mengalami peningkatan hingga 50% dibandingkan tahun 2024, namun pasar ekspor CMRY baru berkontribusi sekitar 1% terhadap total penjualan bersih. "Saat ini, kami telah ekspor ke beberapa negara di antaranya Philippines, Vietnam, Cambodia, Brunei. Kami berencana menambah negara tujuan ekspor pada tahun 2026," tutupnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News