JAKARTA. Daya beli masyarakat tahun ini boleh jadi makin sedang lesu akibat pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Karenanya semua perusahaan harus berupaya mencari positioning produk agar penjualan tidak lesu. Seperti yang dilakukan oleh produsen ponsel Advan yang bermain di segmen ponsel pintar (smartphone) kelas menengah ke bawah alias middle low. "Untuk smartphone Advan harganya masih relevan, di angka Rp 1,6 jutaan," ujar Tjandra Lianto, Marketing Director Advan kepada KONTAN, Jumat, (25/9). Ia mencontohkan, di segmen ini, produk Advan Hifi M6 telah terjual 20.000 unit sejak meluncur Agustus 2015. Produk ini mereka pakai untuk menyasar pasar ponsel pada harga di bawah Rp 2 juta, yakni Rp 1,79 juta.
Advan pertahankan pasar ponsel murah
JAKARTA. Daya beli masyarakat tahun ini boleh jadi makin sedang lesu akibat pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Karenanya semua perusahaan harus berupaya mencari positioning produk agar penjualan tidak lesu. Seperti yang dilakukan oleh produsen ponsel Advan yang bermain di segmen ponsel pintar (smartphone) kelas menengah ke bawah alias middle low. "Untuk smartphone Advan harganya masih relevan, di angka Rp 1,6 jutaan," ujar Tjandra Lianto, Marketing Director Advan kepada KONTAN, Jumat, (25/9). Ia mencontohkan, di segmen ini, produk Advan Hifi M6 telah terjual 20.000 unit sejak meluncur Agustus 2015. Produk ini mereka pakai untuk menyasar pasar ponsel pada harga di bawah Rp 2 juta, yakni Rp 1,79 juta.