AFC Kecam FIFA, Tolak Rencana Penjualan Kepemilikan Piala Dunia ke Investor Swasta



KONTAN.CO.ID - Konfederasi Sepak Bola Asia (Asian Football Confederation/AFC) melontarkan kritik keras kepada FIFA atas rencana membentuk anak usaha komersial senilai US$ 20 miliar yang akan mengelola Piala Dunia dan berbagai turnamen lainnya.

Presiden AFC Sheikh Salman bin Ebrahim Al-Khalifa menilai, FIFA tidak melakukan konsultasi dengan konfederasi regional sebelum mengumumkan proposal tersebut kepada publik.

Baca Juga: Yield Obligasi AS 30 Tahun Sentuh Level Tertinggi 19 Tahun, Ini Pemicunya


Dalam surat yang dikirimkan kepada 47 federasi anggota AFC pada Kamis (30/7/2026) dan diperoleh Reuters, Sheikh Salman menyebut langkah FIFA itu "sama sekali tidak dapat diterima" karena berpotensi melemahkan struktur sepak bola kontinental yang selama ini dibangun atas dasar solidaritas, kerja sama, dan transparansi.

"Kami mencatat dengan keprihatinan dan kekecewaan yang mendalam bahwa AFC tidak pernah diajak berkonsultasi oleh FIFA pada tingkat apa pun sebelum pengumuman publik mengenai proposal ini," tulis Sheikh Salman.

Ia juga menegaskan AFC belum menerima penjelasan rinci mengenai aspek tata kelola, keuangan, maupun hukum dari proposal tersebut beserta dampaknya.

"Hal itu sama sekali tidak dapat diterima," tegasnya.

Baca Juga: AS Serang Puluhan Target IRGC, Konflik Timur Tengah Kian Memanas

Sebelumnya, pada Selasa (28/7), FIFA mengumumkan rencana membentuk anak usaha komersial senilai US$ 20 miliar untuk mengelola hak komersial Piala Dunia dan turnamen-turnamen lainnya.

Langkah ini membuka peluang bagi investor swasta untuk memiliki kepemilikan pada bisnis komersial kompetisi paling bergengsi di dunia tersebut.

Pengumuman FIFA langsung menuai kritik dari sejumlah konfederasi regional, termasuk AFC, yang mengaku tidak mengetahui rencana tersebut sebelum diumumkan.

AFC yang bermarkas di Kuala Lumpur merupakan salah satu dari enam konfederasi di bawah FIFA.

Organisasi ini membawahi kompetisi klub dan tim nasional di kawasan Asia, Timur Tengah, hingga Australia.

Sheikh Salman menilai proposal tersebut tidak akan berhasil tanpa dukungan seluruh konfederasi benua.

Baca Juga: Jerman Hadapi Gelombang Panas Ekstrem, Korban Tewas Capai 9.800 Orang

Ia meminta, Presiden FIFA Gianni Infantino membawa proposal tersebut melalui pembahasan yang menyeluruh sesuai mekanisme hukum dan tata kelola organisasi.

Selain itu, Sheikh Salman juga mempertanyakan tenggat waktu yang diberikan FIFA kepada seluruh 211 asosiasi sepak bola anggota untuk menyetujui proposal tersebut.

Dalam surat yang dikirimkan pekan ini, Infantino menyatakan setiap asosiasi anggota FIFA akan menerima dana sebesar US$ 40 juta apabila menyetujui proposal itu sebelum 19 September.

Namun, menurut Sheikh Salman, waktu yang diberikan terlalu singkat untuk mengambil keputusan atas proposal yang memiliki dampak sangat besar.

"AFC juga terkejut karena jadwal yang ada hanya memberikan waktu yang sangat terbatas untuk mempertimbangkan proposal yang begitu penting. Keputusan seperti ini seharusnya tidak pernah diambil secara terburu-buru," tulisnya.

Karena itu, ia meminta seluruh federasi anggota AFC tidak mengambil sikap terhadap proposal FIFA sebelum konfederasi tersebut menyelesaikan konsultasi lebih lanjut dengan FIFA.

Baca Juga: ​Apple Upgrade Resmi Meluncur, iPhone hingga Mac Kini Bisa Disewa Bulanan

"AFC meminta seluruh asosiasi anggota menunggu hasil konsultasi ini serta selesainya proses peninjauan yang diperlukan sebelum menentukan posisi terhadap proposal tersebut," ujar Sheikh Salman.

Ia menambahkan, AFC tetap berkomitmen bekerja sama secara konstruktif dengan FIFA, seluruh federasi anggota, dan para pemangku kepentingan demi memastikan perkembangan sepak bola dunia tetap dibangun di atas fondasi kepercayaan, transparansi, dan persatuan.

Hingga berita ini ditulis, FIFA belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters terkait surat yang dikirim Presiden AFC tersebut.