Affin belum mengajukan izin akuisisi ke BI



JAKARTA. Keseriusan Affin Holdings Bhd (Affin Group) memasuki ceruk bisnis perbankan Tanah Air masih menjadi tanda tanya besar. Hingga kini, investor asal Malaysia tersebut tak kunjung mengajukan surat permohonan akuisisi Bank Ina Perdana ke Bank Indonesia (BI). Padahal, Affin Group sudah berkoar-koar bakal memasukkan permohonan izin akuisisi ke BI pada awal tahun ini.Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Mulya Effendi Siregar mengungkapkan, perwakilan Affin Group sudah melakukan sowan ke BI dan secara lisan menyatakan niat mengakuisisi Ina Perdana. Selanjutnya, Ina akan berubah wujud menjadi bank syariah. "Tetapi hingga kini proses akuisisi tersebut belum deal juga, karena belum ketemu harga yang cocok," ujarnya, akhir pekan lalu.Sebelumnya Affin Group menyatakan, mereka telah menyiapkan dana dari kas internal sebesar RM 138 juta atau setara Rp 390 miliar untuk mengakuisisi bank Ina. Dengan dana itu, Affin Group bisa memiliki 80% saham Bank Ina. Ketika dikonfirmasi, Komisaris Independen Ina Perdana Denny Susilo mengatakan, dia belum mendapatkan informasi lebih lanjut tentang proses akuisisi tersebut. Yang pasti, perjanjian awal akuisisi tersebut belum ada perubahan.Affin akan mengakuisisi 20,8% saham Kharisma Prima Karya, salah satu pemegang saham Bank Ina. "Setelah itu, mereka akan menambah kepemilikan saham sebesar 59,2% melalui penerbitan saham baru," tambah Denny. Saat ini, Kharisma Prima Karya menguasai 124,9 juta saham atau 98,36% saham Bank Ina Perdana. Sisanya, milik Media Interaksi Utama.Managing Director and CEO Affin Bank Datuk Zulkiflee Abbas Abdul Hamid sempat menyatakan, rencana akuisisi Ina Perdana ini sesuai rencana jangka panjang Affin yang ingin merambah peluang bisnis di segmen usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia. Kelak, setelah proses akuisisi tuntas, Ina akan mengajukan izin menjadi bank devisa. Paling cepat rencana ini akan terwujud tahun 2012.Hingga kuartal ketiga 2010 lalu Bank Ina memiliki jaringan sebanyak 22 kantor cabang. Penyaluran kredit sudah mencapai Rp 585,28 miliar. Sementara total aset Bank Ina mencapai Rp 921,98 miliar atau tumbuh 6,48% dibanding Rp 865,91 miliar di periode yang sama tahun 2009.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: