KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memproyeksikan kinerja outstanding pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) masih bisa tumbuh tinggi pada 2026. Ketua Bidang Hubungan Masyarakat AFPI Kuseryansyah menyebut hal itu dipicu beberapa faktor, termasuk masih tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan pindar. "Apalagi pinjaman daring segmen yang dilayani itu unbanked dan segmen unbanked di Indonesia itu tinggi, termasuk orang-orang yang dalam kategori first jobber atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang baru. Jadi, kami meyakini bisa tetap tumbuh lebih tinggi," ungkapnya saat ditemui seusai acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).
AFPI Proyeksikan Pembiayaan Fintech Lending Masih Bisa Tumbuh Tinggi pada 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memproyeksikan kinerja outstanding pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) masih bisa tumbuh tinggi pada 2026. Ketua Bidang Hubungan Masyarakat AFPI Kuseryansyah menyebut hal itu dipicu beberapa faktor, termasuk masih tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan pindar. "Apalagi pinjaman daring segmen yang dilayani itu unbanked dan segmen unbanked di Indonesia itu tinggi, termasuk orang-orang yang dalam kategori first jobber atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang baru. Jadi, kami meyakini bisa tetap tumbuh lebih tinggi," ungkapnya saat ditemui seusai acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).