KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memproyeksikan pembiayaan
fintech peer to peer (P2P)
lending atau pinjaman daring (pindar) masih akan tetap tumbuh tinggi ke depannya. Ketua Umum AFPI Entjik Djafar menerangkan hal itu juga dipicu kebutuhan masyarakat yang masih tinggi, terutama untuk segmen
unbanked dan
underserved. "Bank juga masih belum mampu menyentuh
market tersebut, terutama infrastruktur yang belum memadai ke arah sana," ujar Entjik kepada Kontan, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga: 97 Fintech Kena Denda Rp 755 Miliar, Mantan Ketua KPPU Soroti Keputusan Itu Asal tahu saja, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan industri
fintech lending masih mencatatkan pertumbuhan signifikan per Maret 2026. Adapun
outstanding pembiayaan
fintech P2P
lending mencapai Rp 101,03 triliun per Maret 2026, atau tumbuh sebesar 26,25% secara
Year on Year (YoY). Entjik menilai pertumbuhan yang masih tinggi itu tak terlepas dari masih tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan
fintech lending. "Kebutuhan masyarakat masih sangat besar, terutama masyarakat segmen ultra mikro atau usaha kecil rumahan," katanya kepada Kontan, Selasa (5/5). Selain itu, Entjik menyampaikan adanya momentum Ramadan dan Lebaran pada Maret 2026 juga menjadi salah satu faktor yang membuat pembiayaan
fintech lending tumbuh tinggi. Dia juga menerangkan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pengetahuan pinjaman online (pinjol) ilegal juga memberikan andil atas kenaikan pertumbuhan pembiayaan di industri. "Banyak masyarakat yang kini mulai sadar dan mengerti untuk menghindari hubungan dengan pinjol ilegal dan beralih ke
fintech lending berizin OJK," tuturnya.
Baca Juga: OJK Terima 25.392 Pengaduan Via Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen per April 2026 Sementara itu, OJK mencatat, tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90
fintech P2P
lending per Maret 2026 masih dalam kondisi terjaga. Angka TWP90 per Maret 2026 tercatat sebesar 4,52%. Secara rinci, angka TWP90 industri per Maret 2026 tercatat meningkat, jika dibandingkan posisi Maret 2025 yang sebesar 2,77%. Namun, angka TWP90 per Maret 2026 terbilang membaik, jika dibandingkan dengan posisi Februari 2026 yang sebesar 4,54%. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News