KONTAN.CO.ID - PRETORIA. Bank sentral Afrika Selatan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 6,75% pada Kamis (26/3), dengan alasan perlunya kehati-hatian di tengah lonjakan harga energi yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang berpotensi mendorong inflasi. Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi para ekonom yang sebelumnya memperkirakan tidak akan ada perubahan suku bunga. Konflik di Timur Tengah telah memaksa banyak bank sentral di dunia untuk meninjau kembali proyeksi ekonomi serta arah kebijakan suku bunga mereka. Sebelum konflik terjadi, inflasi di Afrika Selatan relatif terkendali dan sempat melambat hingga mencapai target bank sentral sebesar 3% pada Februari. Namun, inflasi kini diperkirakan akan kembali meningkat akibat kenaikan harga bahan bakar dan pelemahan nilai tukar mata uang.
Afrika Selatan Pertahankan Suku Bunga 6,75% di Tengah Krisis Energi
KONTAN.CO.ID - PRETORIA. Bank sentral Afrika Selatan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 6,75% pada Kamis (26/3), dengan alasan perlunya kehati-hatian di tengah lonjakan harga energi yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang berpotensi mendorong inflasi. Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi para ekonom yang sebelumnya memperkirakan tidak akan ada perubahan suku bunga. Konflik di Timur Tengah telah memaksa banyak bank sentral di dunia untuk meninjau kembali proyeksi ekonomi serta arah kebijakan suku bunga mereka. Sebelum konflik terjadi, inflasi di Afrika Selatan relatif terkendali dan sempat melambat hingga mencapai target bank sentral sebesar 3% pada Februari. Namun, inflasi kini diperkirakan akan kembali meningkat akibat kenaikan harga bahan bakar dan pelemahan nilai tukar mata uang.