AFSI: Bisnis fintech syariah tersengat pandemi corona



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi corona yang masih mewabah membuat beberapa industri terganggu, tak terkecuali fintech syariah.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) Ronald Yuauf Wijaya mengatakan, wabah corona menyebabkan industri fintech syariah mengalami penurunan skala bisnis dengan rentang penurunan 60% - 100%.

Selain dihadapkan tantangan pandemi corona, kurangnya literasi ke masyarakat juga salah satu hambatan juga.


Baca Juga: Bisnis fintech syariah terganggu wabah corona

Sebab, AFSI menilai masyarakat belum paham akan konsep syariah. Ia bilang, adanya fenomena tersebut menjadikannya perlu mengedukasi agar masyarakat lebih paham dengan potensi tersebut.

“Di masyarakat juga belum muncul kebiasaan untuk berinvestasi ataupun mendapatkan pembiayaan dari platform online. Sehingga perlu adanya edukasi maupun seminar untuk membuat masyarakat lebih melek dengan adanya potensi tersebut,” jelasnya kepada Kontan.co.id (11/4).

Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa kementerian guna memberikan edukasi pada masyarakat. Hal itu dilakukan melalui seminar maupun acara lain.

Ronald bilang, untuk memajukan industri fintech syariah, pihaknya gencar lakukan kolaborasi. Sebab, di tengah pandemi tak sedikit dari sektor yang tertekan sehingga hal tersebut dinilai sebagai peluang.

Baca Juga: Bersaing dengan pemain konvensional, fintech syariah siap tumbuh lebih tinggi

“Saat ini AFSI sedang berupaya untuk bekerjasama dengan sektor-sektor tertentu untuk memajukan bisnisnya. Terlebih, di tengah pandemi tak sedikit dari bisnis yang tertekan,” Pangkasnya.

Asal tahu saja, meski begitu hingga saat ini AFSI telah mencatat pihaknya telah menyalurkan dana sebesar Rp 1,3 triliun kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto