Agar Baterai Motor Listrik Awet, Begini Cara Perawatannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Baterai menjadi komponen paling penting pada sebuah motor listrik agar menjaga kinerja yang optimal. Baterai merupakan sumber utama daya atau penggerak kendaraan. Jika pada motor konvensional hanya  untuk memberi daya pada sistem elektrikal, pada motor listrik fungsinya sangat krusial.

Menurut General Manager PT Terang Dunia Internusa -pemegang merek motor listrik United E-Motor- Andry Dwinanda, ada beberapa jenis baterai yang dapat dijumpai pada motor listrik di Indonesia. “Umumnya, ada dua jenis baterai yang digunakan, yaitu sealed lead acid (SLA) dan baterai lithium. Kedua jenis baterai tersebut dipakai di tipe-tipe motor listrik yang dirilis United E-Motor,” terang Andry, dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Kamis (7/12).

Baterai SLA dapat ditemui di tipe United E-Motor MX1200. Sedangkan baterai Lithium dapat ditemui di tipe T1800, TX1800 dan TX3000.Untuk merawat dan menjaga baterai tetap prima, ada beberapa tips agar performa baterai tetap baik dalam penggunaan sehari-hari.


Pertama, pencegahan overcharging. Pastikan menggunakan charger yang sesuai dengan spesifikasi baterai. Pilih charger otomatis yang dapat menghentikan pengisian saat baterai mencapai kapasitas penuh. Kedua, pemantauan suhu. Hindari pemanasan berlebih dengan tidak memarkir kendaraan di bawah sinar matahari langsung terlalu lama. Jangan biarkan baterai terlalu panas; perhatikan suhu baterai selama penggunaan.

Baca Juga: Jual Motor Listrik, United E-Motor Gandeng Matahari Putra Prima (MPPA)

Ketiga, pencegahan deep discharge.  Hindari mengosongkan baterai hingga level yang sangat rendah secara berkala. Gunakan kendaraan secara teratur untuk mencegah baterai tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama. Keempat, pemantauan gejala tidak normall. Perhatikan perubahan suhu atau bau yang tidak biasa dari baterai. Hentikan penggunaan jika ada gejala tidak normal dan dapatkan bantuan ahli.

Kelima, pemeliharaan rutin. Lakukan pemeliharaan rutin sesuai panduan produsen. Periksa kabel dan konektor secara berkala untuk memastikan tidak ada korsleting atau kerusakan. Keenam penyimpanan yang benar. Jika kendaraan tidak digunakan, simpan baterai dalam keadaan terisi sekitar 50%. Pilih tempat penyimpanan yang memiliki suhu stabil.

Ketujuh, perhatikan indikator keamanan. Sistem Manajemen Baterai memberikan indikator keamanan. Tanggapi dengan cepat jika ada peringatan atau indikasi masalah. Kedelapan, penanganan darurat. Siapkan peralatan pemadam api yang sesuai. Kenali prosedur darurat yang terkait dengan baterai dan kendaraan listrik.

Keamanan dan perawatan yang baik adalah kunci untuk memaksimalkan umur pakai baterai dan memastikan penggunaan kendaraan listrik yang aman. Pastikan  selalu mengikuti panduan dan petunjuk penggunaan yang disediakan oleh produsen

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ahmad Febrian