KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri satelit dinilai akan tetap memegang peran penting dalam mendukung pemerataan konektivitas dan pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Di tengah perkembangan teknologi satelit global yang semakin pesat, penguatan ekosistem persatelitan nasional dinilai menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri. Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) menilai, aatelit merupakan salah satu infrastruktur yang berperan dalam memperluas konektivitas, mendukung pertumbuhan ekonomi digital, serta memperkuat ketahanan digital nasional.
Ketua Umum ASSI, Risdianto Yuli Hermansyah mengatakan, tantangan industri satelit Indonesia saat ini tidak lagi sebatas menyediakan konektivitas. Tantangan lain, membangun ekosistem industri yang lebih mandiri, inovatif, dan memiliki daya saing di tingkat global. Menurutnya, Indonesia perlu meningkatkan kapasitas agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi satelit, tetapi juga mampu merancang, mengembangkan, memproduksi, hingga menjadi bagian dari rantai pasok industri satelit dunia. Pengembangan industri satelit nasional memerlukan dukungan kebijakan, kolaborasi lintas sektor, serta sinergi antara pemerintah, pelaku industri, lembaga riset, dan perguruan tinggi. Baca Juga:
GDPS Perkuat Pengelolaan Tenaga Alih Daya ASSI juga menilai riset dan inovasi menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan industri satelit nasional. Menurutnya, hasil penelitian perlu dihilirisasi menjadi produk, teknologi, maupun layanan yang dapat dimanfaatkan oleh industri dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian. Di sisi lain, perkembangan industri satelit global terus bergerak cepat. Teknologi seperti mega-konstelasi satelit
non geostationary orbit (NGSO), layanan
direct to device (D2D),
internet of things (IoT) berbasis satelit,
earth observation, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan alias
artificial intelligence (AI) di telah mengubah lanskap industri satelit dunia. Menurut ASSI, perkembangan tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat industri satelit nasional melalui peningkatan investasi, penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), pengembangan sumber daya manusia, serta pembangunan rantai pasok industri satelit dari hulu hingga hilir.
Risdianto menilai, Indonesia memiliki sejumlah modal untuk mengembangkan industri satelit. Antara lain pengalaman di sektor persatelitan, sumber daya manusia, posisi geografis yang strategis, serta besarnya pasar digital domestik. Potensi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan peran Indonesia dalam industri antariksa global. ASSI berupaya endorong kolaborasi lintas sektor serta penyusunan peta jalan (blueprint) persatelitan nasional yang terintegrasi. Peta jalan tersebut mencakup penguatan riset, pengembangan manufaktur komponen, pembangunan satelit dan stasiun bumi, pengembangan aplikasi berbasis satelit, hingga pengembangan talenta digital dan antariksa. Menurut ASSI, momentum 50 tahun Satelit Indonesia diharapkan dapat menjadi titik awal untuk memperkuat ekosistem industri satelit nasional dan mendorong daya saing Indonesia di sektor antariksa pada masa mendatang. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News