Tidak ada pembantu selama Lebaran? Sudah jelas Anda yang tidak ikut mudik pulang kampung bakal repot. Tapi tak perlu pusing, pasalnya banyak orang yang rela tak berlebaran bersama keluarga demi jadi invala, sebutan untuk pembantu musiman.Tinggal pesan, tenaga musiman ini akan membantu keluarga Anda di masa pembantu permanen mudik Lebaran. Namun, untuk mendapatkan invala, Anda harus memesannya dulu ke agen. Maklum, biasanya menjelang Lebaran seperti ini pesanan invala di agen-agen penyalur pembantu sudah banyak antri. Ester Rindang, ibu rumah tangga di Bogor, tahu betul kerepotan ditinggal pembantu mudik beberapa hari lalu. “Ya, semestinya mesti ada pengganti, kalau sendiri repot, “ ujar Rindang, panggilannya. Rindang harus berepot-repot ria mengurus empat anak plus satu keponakan. Apalagi, semuanya masih kecil, ditambah urusan rumah yang tidak ada matinya. “Biasanya bangun jam lima pagi terus masih sempat rebahan. Tapi sekarang bangun jam empat pagi, sampai siang begini belum bisa istirahat,” keluhnya. Rindang berharap dalam waktu dekat ini, ia bisa mendapat pembantu. Jadi, pekerjaan berkurang dan Lebaran tidak terlalu repot. Rindang sebetulnya tak usah repot-repot jika jauh-jauh hari sudah memesan invala ke agen-agen. “Invala memang selalu dicari, jadi mesti pesan jauh-jauh. Sekarang saja yayasan sudah melepas 100-an invala, semuanya baby sitter, ” kata Lin Hartono, pemilik Yayasan Nanda Asih, di Cipulir, Jakarta Selatan. Perempuan asal Jogja ini menyediakan 150 invala khusus baby sitter selama Lebaran tahun ini. “Meski musiman, mereka kami latih juga," jelas ibu tiga anak ini. Kebanyakan invala yayasan ini berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lampung. “Mereka biasanya mantan baby sitter, atau saudara baby sitter. Kami tidak mencari apalagi pasang iklan. Mereka datang sendiri,” tambah Lin. Yayasan Lin memang cukup populer. Meski plang nama yayasannya hanya kecil, pengguna jasa yayasannya terus mengalir. Meski demikian, Lin mengakui yang berminat menjadi invala pada Lebaran tahun ini rada menurun ketimbang tahun lalu. Tahun lalu, yang berminat bisa 200-an baby sitter, tapi sekarang hanya 100-an. Selain banyak saingan, tenaga-tenaga dari kampung saat ini lebih tertarik jadi tenaga kerja di luar negeri alias TKI. “Tahun ini hanya pakai 100-an pembantu rumah tangga, padahal tahun kemarin sampai 200-an,” ungkap Maria Magdalena, pemilik Yayasan Siwi Asih, penyalur Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Grogol, Jakarta Barat. Berbeda dengan Lin, Maria tidak mengadakan pelatihan untuk invala-nya. Sebab, mantan pegawai klinik ini menggunakan tenaga invala berpengalaman. “Kebanyakan tenaga kami berasal dari Lampung, tapi suku Jawa,” kata Maria, yang sudah sejak 1975 membuka Yayasan Siwi Asih. Nah, bagi Anda yang sudah siap memesan kepada Lin dan Maria, harus membayar Rp 400.000 untuk memboyong invala itu. “Biaya itu sebagai pengganti administrasi saja. Dan wajib bagi pengguna jasa,” jelas Maria. Setelah membayar biaya administrasi itu, Anda pun bisa langsung memboyong sang invala. Bagi sang invala sendiri, Lebaran adalah musim panen. Dwi salah satunya. Invala dari Yayasan Nanda Asih ini baru saja datang dari Karanganyar, Jawa Tengah. Gadis lulusan SMP ini mengaku sengaja datang ke Jakarta untuk jadi invala tiap kali lebaran. “Ini yang ke tiga kalinya saya jadi baby sitter musiman. Kalau di Karanganyar, cuma beres-beres di rumah,” katanya, lugu. Dwi bilang jadi baby sitter invala gajinya lumayan besar. Setiap tahun selalu naik. “Tahun lalu cuma Rp 90.000 per hari, tapi sekarang Rp 100.000 sampai Rp 120.000 per hari. Kewajiban kami cuma kerja selama 14 hari saja. Habis itu bisa pulang kampung lagi,” ucap gadis, bertubuh kecil ini. Nah, bagi invala yang khusus jadi pembantu rumah tangga, bukan baby sitter, gajinya akan lain lagi. Gaji untuk pembantu Rp 70.000 per hari selama kontrak alias dua minggu. Jika Anda ingin memperpanjang kerja si pembantu setelah 14 hari itu, maka Anda bisa mendapat harga lebih murah. Yakni Rp 60.000 per hari. Syaratnya lapor lagi ke agen. Nah, selama berburu invala!!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Agar Pegal-Pegal Hilang Saat Pembantu Pulang Kampung
Jumat, 26 September 2008 20:31 WIB
Oleh: Fransiska Firlana | Editor: Test Test