Agar selamat dari resesi, Jokowi minta kepala daerah genjot belanja



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta agar pemerintah daerah memaksimalkan belanja pemerintah. Hal itu untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi virus corona (Covid-19) saat ini. 

Jokowi menegaskan bahwa kuartal ketiga menjadi momentum untuk keluar dari jurang resesi akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga: Program B100 Jokowi berhasil diwujudkan, Pertamina kini punya bahan bakar 100% sawit


"Kita tidak bisa mengharapkan lagi yang namanya investasi, itu pasti minus pertumbuhannya. Yang bisa diharapkan sekarang ini, semua negara hanya satu yang diharapkan yaitu belanja pemerintah, spending kita, belanja pemerintah," ujar Jokowi dikutip dari laman setkab.go.id saat memberikan arahan di depan kepala daerah, Rabu (15/7).

Jokowi mengingatkan pentingnya belanja modal oleh pemerintah untuk segera dilakukan. Namun, hingga pertengahan tahun, sejumlah daerah masih menunjukkan realisasi minim untuk belanja modal.

Sejunlah daerah bahkan masih menunjukkan belanja modal di bawah 10%. Antara lain adalah Sumatra Selatan 1,4%, Sulawesi Tenggara 5,6%, Papua, 4,8%, Kalimantan Barat, 5,5%, dan Aceh, 8,9%. "Hati-hati, ini kalau tidak kita ingatkan, belanja modalnya masih rendah-rendah semuanya," terang Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menekankan belanja modal untuk segera dilakukan pada bulan Juli hingga September ini. Ia mengingatkan adanya kebiasaan belanja modal dilakukan di akhir tahun harus segera diselesaikan.

Baca Juga: Asyik, Jokowi bagi-bagi modal Rp 2,4 juta ke pedagang kecil

Pada tahun 2019 disampaikan hingga November masih terdapat lelang sebesar Rp 15 triliun. Hal tersebut diminta untuk segera dapat diubah. "Sekarang ini yang kita butuhkan untuk semua provinsi adalah Juli, Agustus, September, sekali lagi," tegasnya.

Kondisi Covid-19 memang menekan ekonomi Indonesia. Setelah masih mencatat pertumbuhan positif di kuartal pertama sebesar 2,97%, Jokowi memprediksi pada kuartal kedua akan anjlok hingga minus 4,3%.

Meski begitu Jokowi masih optimis Indonesia bisa mencatat pertumbuhan positif hingga akhir tahun. Berdasarkan perkiraan IMF, Indonesia merupakan satu dari tiga negara yang diprediksi ekonominya masih tumbuh pada tahun 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi