KONTAN.CO.ID - Agen imigrasi Amerika Serikat (AS) menembak seorang pria hingga terluka saat berada di dalam mobil bersama seorang anak berusia lima tahun di kawasan Marble Hill, New York City, Kamis (8/10/2026) waktu setempat. Insiden tersebut disampaikan oleh Wali Kota New York Zohran Mamdani, kepolisian kota, dan sejumlah saksi mata. Melansir
Reuters, Mamdani mengatakan, berdasarkan laporan awal, para agen mengepung pria tersebut dan anak yang berada di dalam mobil sebelum melepaskan beberapa tembakan.
Baca Juga: Meta Blokir Iklan TikTok di Facebook dan Instagram, Berlaku Juga di Indonesia Anak itu diperkirakan tidak mengalami luka fisik. "Ini merupakan situasi yang sangat serius dan tidak dapat dibenarkan," kata Mamdani dalam sebuah pernyataan. Ia juga menyatakan akan berbicara dengan Presiden AS Donald Trump untuk mendesak penghentian seluruh operasi penegakan hukum oleh
Immigration and Customs Enforcement (ICE) di New York City. "Saya tidak akan tinggal diam ketika agen ICE meneror komunitas kami," ujarnya. Sementara itu, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (Department of Homeland Security/DHS), lembaga induk ICE, menyatakan bahwa petugas sedang melakukan operasi penegakan hukum yang menyasar seorang pria di wilayah Bronx, New York. Pria tersebut disebut berasal dari Republik Dominika dan memiliki catatan hukuman pidana sebelumnya. "Selama insiden tersebut, seorang petugas ICE melepaskan tembakan dan warga negara asing yang berada di AS secara ilegal dan memiliki catatan kriminal itu terluka," kata DHS dalam pernyataannya.
Baca Juga: Bendera Raksasa Taiwan Terbang di Taipei Jelang Hari Nasional, Beijing Menentang DHS menambahkan, petugas ICE segera memberikan pertolongan kepada pria tersebut. Korban dilaporkan masih hidup dan dirawat di rumah sakit setempat. Penembakan terjadi sekitar pukul 16.00 waktu setempat atau pukul 20.00 GMT. Pedro Almarez, yang bekerja di sebuah restoran dekat lokasi kejadian, mengatakan kepada Reuters bahwa ia mendengar suara tembakan sebelum keluar dan melihat sejumlah petugas berseragam ICE di lokasi. "Ada banyak petugas ICE, tiga atau empat mobil," kata Almarez melalui sambungan telepon kepada
Reuters. Menurut dia, pria yang ditembak itu tampak berusia sekitar 20 hingga 30 tahun. Petugas kepolisian New York City atau NYPD tiba sekitar 10 menit setelah kejadian. Almarez mengatakan pria tersebut baru dikeluarkan dari mobilnya setelah ambulans tiba.
Baca Juga: Euro Menuju Pelemahan Mingguan Kelima Jumat (9/10), Tekanan Jual Mulai Mereda Di lokasi kejadian, polisi memasang pita kuning untuk menutup akses di sepanjang satu blok jalan. Seorang perempuan yang berdiri di balkon dan menghadap lokasi penembakan terdengar mengatakan kepada petugas bahwa mereka "mengambil anak-anak kami", menurut saksi Reuters. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya sorotan terhadap tindakan aparat imigrasi federal AS. Sejak Trump dari Partai Republik kembali menjabat sebagai presiden, agen imigrasi federal dilaporkan telah menembak sedikitnya 21 orang, dengan tujuh di antaranya meninggal dunia. Serangkaian insiden tersebut memicu aksi protes di berbagai wilayah AS. Para pengkritik menilai kebijakan Trump untuk meningkatkan deportasi telah memperbesar risiko konfrontasi kekerasan.
Baca Juga: Isu Akuisisi Chipotle Mengemuka, Starbucks Masih Berjuang Pulihkan Margin Mereka juga menuding pemerintahannya belum memberikan pertanggungjawaban yang memadai atas tindakan agen yang terlibat. Namun, dalam insiden di New York ini, DHS menyatakan bahwa petugas sedang menjalankan operasi penegakan hukum yang menargetkan seorang pria dengan catatan pidana. Keterangan mengenai kejadian tersebut masih berasal dari pernyataan pihak berwenang dan kesaksian di lokasi.