AGIBOT Ekspansi ke Asia-Pasifik, Malaysia Jadi Basis Awal Bisnis Robotika



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan robotika global AGIBOT yang berfokus pada embodied intelligence, resmi memulai ekspansi bisnisnya di kawasan Asia-Pasifik pada 2026 dengan menjadikan Malaysia sebagai pintu masuk utama. 

Langkah ini menandai strategi pertumbuhan agresif AGIBOT untuk memperluas pasar komersial robot humanoid dan solusi otomasi berbasis AI di kawasan dengan permintaan industri yang terus meningkat.

Peluncuran perdana di Malaysia dilakukan di i-City, Selangor, sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang AGIBOT dalam membangun ekosistem robotika terintegrasi melalui kemitraan lokal. 


Baca Juga: Bursa Asia Pasifik Dibuka Beragam di Awal 2026, Singapura Catat Pertumbuhan Kuat

Ekspansi ini tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pada penerapan robot humanoid secara langsung di sektor properti, perhotelan, pariwisata, industri, hingga layanan perkotaan.

Secara global, AGIBOT memasuki fase ekspansi regional dengan posisi bisnis yang kuat. 

Berdasarkan laporan General-Purpose Embodied Intelligence Robot 2026 dari Omdia, AGIBOT menempati peringkat pertama dunia dalam pengiriman dan pangsa pasar robot humanoid sepanjang 2025, dengan pengiriman lebih dari 5.100 unit dan penguasaan 39% pangsa pasar global. 

Capaian ini ditopang oleh kemampuan produksi massal berskala industri, yang telah mencapai lebih dari 5.000 unit robot humanoid.

Pendiri sekaligus CEO AGIBOT, Deng Taihua, menegaskan bahwa ekspansi ke Asia-Pasifik merupakan kelanjutan dari kesiapan komersial perusahaan. “Peluncuran di Malaysia mencerminkan kesiapan kami membawa produksi massal dan penerapan praktis robot humanoid ke pasar regional,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga: Bursa Asia-Pasifik Menguat Selasa (23/12) Pagi, Sentimen AI Angkat Wall Street

Sebagai bagian dari strategi penetrasi pasar, AGIBOT menggandeng I-Berhad, grup investasi dan pengembang properti terkemuka Malaysia, untuk meresmikan AI & Robotics Experience Centre pertama di negara tersebut. 

Fasilitas ini berfungsi sebagai etalase komersial sekaligus laboratorium penerapan nyata robot humanoid dan embodied AI di lingkungan urban i-City. Kolaborasi ini juga membuka peluang model bisnis berkelanjutan, termasuk penerapan *Robots-as-a-Service* (RaaS) di kawasan hunian dan komersial.

Presiden Asia-Pasifik & Timur Tengah AGIBOT, Abel Deng, menyatakan bahwa Malaysia hanyalah langkah awal. Sepanjang 2026, AGIBOT akan memperluas inisiatif serupa ke negara-negara lain di Asia-Pasifik guna membangun ekosistem embodied robotics yang siap pakai untuk skenario bisnis tertutup (*closed-loop commercial applications*).

Dari sisi produk, AGIBOT mengandalkan portofolio robotika yang terdiversifikasi mulai dari robot humanoid penuh dan kompak, robot industri presisi, robot quadruped untuk inspeksi, hingga robot pembersih otonom yang dirancang untuk sektor-sektor bernilai ekonomi tinggi seperti manufaktur cerdas, logistik, perhotelan, keamanan, dan layanan publik.

Baca Juga: Bursa Asia Pasifik Bergerak Bervariasi Usai Proyeksi Pertumbuhan Bank Dunia

Dengan kombinasi kepemimpinan pasar global, kapasitas produksi massal, serta strategi kemitraan lokal, ekspansi AGIBOT di Asia-Pasifik menempatkan perusahaan ini sebagai pemain kunci dalam komersialisasi robot humanoid dan AI terwujud di kawasan berkembang.

Selanjutnya: Harga Migas Jadi Penentu, Simak Rekomendasi Saham Energi Mega Persada (ENRG)

Menarik Dibaca: 4 Tanda Tidak Cocok dengan Ceramide, Muncul Jerawat hingga Kemerahan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News