Agrinas Butuh 105.000 Unit Pikap, Isuzu Sebut Kapasitas Produksinya 52.000 per Tahun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menanggapi rencana impor 105.000 unit kendaraan pikap 4x4 untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. 

Isuzu menilai isu tersebut perlu dilihat dari sisi kapasitas industri dan dinamika bisnis otomotif nasional.

Vice President Director IAMI Anton Rusli menyatakan pengadaan tersebut merupakan proyek khusus pemerintah dengan kebutuhan volume sangat besar. 


Baca Juga: Tanpa Merger, Ini Konsep Penyelamatan Maskapai Pelat Merah yang Dinilai Cocok

"Ini kan project khusus dari pemerintah, dari Agrinas. Jadi kalau mau ditanya seberapa besar kebutuhannya, mungkin pertanyaan itu harus diajukan ke pemerintah,” ujarnya di Jakarta, Kamis (26/2).

Secara industri, Anton menjelaskan pasar normal pikap 4x4 nasional berada di kisaran 26.000 unit per tahun. Angka ini jauh di bawah kebutuhan ratusan ribu unit dalam program pengadaan tersebut. 

Lonjakan permintaan dalam jumlah besar, menurutnya, membutuhkan waktu tambahan bagi produsen untuk menyiapkan produksi.

“Kalau dalam kondisi normal, market light truck saja per bulan sekitar 3.000-an unit. Kalau ratusan ribu, saya pikir semua produsen pasti membutuhkan waktu untuk menyiapkan itu,” katanya.

Dari sisi kapasitas, Isuzu memiliki kemampuan produksi sekitar 52.000 unit per tahun. Namun, alokasi produksi bergantung pada komposisi model dan permintaan pasar yang sedang berjalan. 

Anton juga meluruskan bahwa Isuzu tidak memperoleh pesanan pikap 4x4 dalam proyek tersebut. Perseroan hanya mendapatkan pesanan 900 unit untuk segmen light truck varian NMR 5.8 dan NMR 6.5.

Terkait isu harga yang disoroti Agrinas, Anton menilai diskon dalam pembelian volume besar merupakan praktik lazim di industri. Namun, besaran harga tetap ditentukan oleh struktur biaya dan spesifikasi masing-masing produk. "Kalau belinya banyak pasti dikasih harga lebih baik,” ujarnya.

Menyoal kebutuhan pikap 4x4, Anton menilai segmen ini memang dibutuhkan untuk medan berat seperti tanjakan dan jalan berlumpur. Isuzu sendiri memiliki produk D-Max 4x4 di segmen tersebut dengan pangsa pasar sekitar 3% pada 2025.

Baca Juga: Tarif Panel Surya RI di AS Tembus 104%, ESDM Cek Praktik Transshipment

Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara mengungkapkan kerja sama pengadaan kendaraan KDKMP tidak hanya melibatkan pabrikan asal India seperti Tata dan Mahindra, tetapi juga merek Jepang yang beroperasi di Indonesia. Untuk segmen truk, Agrinas membuka peluang kepada beberapa merek, termasuk Isuzu.

Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan kerja sama dengan Isuzu dilakukan melalui jaringan diler resmi. 

“PT Armada Autotara sebagai diler Astra yang akhirnya melakukan deal dengan Agrinas. Dan sampai di titik ini, kesepakatan yang disepakati antara Agrinas dengan Isuzu adalah mereka mampu menyuplai 900 unit. Itu yang kami sepakati,” ujarnya dalam konferensi di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Menurut Joao, jumlah tersebut terbatas karena proses kesepakatan terjadi pada tahap akhir. Faktor ketersediaan karoseri menjadi salah satu kendala utama. 

"Mereka hanya mampu menyuplai 900 itu karena deal yang dengan Isuzu terjadi belakangan sehingga mereka tidak bisa mendapatkan suplai karoseri, karena karoseri lokal yang ada di Indonesia semua sudah menyuplai merek-merek lain,” ucap Joao.

“Sehingga mereka tidak lagi mampu untuk menyuplai karena semua karoseri sudah full di-booked oleh merek-merek lain,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News