Agrinas Palma-Pertamina Pacu Pengembangan Bioenergi Terintegrasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Agrinas Palma Nusantara berkomitmen membentuk ekosistem bioenergi yang  terintegrasi dengan memperkuat kolaborasi.  Langkah itu diharapkan dapat mempercepat hilirisasi sektor perkebunan, meningkatkan nilai tambah  komoditas nasional, serta memperkuat ketahanan dan kemandirian energi.

Salah satunya, Agrinas Agrinas Palma bersama PT Pertamina  dan PT Pertamina Power Indonesia akan melakukan kolaborasi pengembangan bioenergi yang terintegrasi dari  hulu hingga hilir. Ketiganya telah melakukan  pertemuan dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk membahas hal tersebut.

Perluasan kerja sama pengembangan bioenergi yang terintegrasi dari  hulu hingga hilir yang dibahas meliputi penyediaan bahan baku, fasilitas pengolahan, infrastruktur energi, logistik  dan distribusi, hingga kepastian penyerapan produk. 


Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan, perusahaan memiliki sejumlah modal di sisi hulu yang dapat dikolaborasikan dengan Pertamina. Aset tersebut mencakup lahan, kebun, fasilitas produksi, hingga ketersediaan bahan baku.

Baca Juga: Andalkan Skema Kemitraan, Agrinas Palma Mengembangkan Sawit di Papua Selatan

Menurutnya, Agrinas Palma akan berfokus memastikan pasokan bahan baku secara berkelanjutan. Sementara itu, Pertamina memiliki kapabilitas dalam pengembangan dan pemasaran produk energi.

“Agrinas Palma siap mengambil peran pada sisi hulu dengan memastikan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan dapat membentuk ekosistem bioenergi yang terintegrasi, mulai dari kebun, fasilitas pengolahan, infrastruktur pendukung, hingga penyerapan produk,” ujar Ghani dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu meminta sinergi antar-BUMN tidak berhenti pada nota kesepahaman. Kolaborasi Agrinas Palma Nusantara dan Pertamina harus segera diwujudkan menjadi proyek konkret yang memberikan nilai ekonomi, memperbaiki efisiensi rantai pasok, dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Salah satu proyek yang menjadi prioritas adalah reaktivasi Pabrik Bayas Biofuels di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 600.000 ton FAME per tahun.

Baca Juga: Kelola Lahan Eks PKH, Agrinas Palma Jalin Kemitraan Transparan

Reaktivasi pabrik ini ditargetkan menjadi langkah awal untuk memperkuat pasokan biodiesel nasional. Bayas Biofuels juga diarahkan menjadi sumber pasokan FAME pertama yang berasal dari BUMN.

Jika terealisasi, proyek tersebut akan memperbesar peran BUMN dalam rantai pasok biodiesel nasional. Di sisi lain, keberadaan sumber pasokan dari dalam ekosistem BUMN diharapkan dapat mendukung ketersediaan bahan bakar nabati secara lebih berkelanjutan.

Selain biodiesel, Agrinas Palma dan Pertamina membahas pengembangan ekosistem bioetanol terintegrasi di Kalimantan Timur. Pengembangan tersebut akan menghubungkan perkebunan singkong dengan fasilitas pengolahan, penyediaan energi, logistik, hingga penyerapan hasil produksi.

Kerja sama kedua perusahaan juga akan diperluas. Tidak hanya mencakup bioenergi, ruang lingkupnya meliputi investasi, penyediaan bahan baku, pemanfaatan produk samping, pembangkit listrik, aspek keberlanjutan, logistik dan distribusi, riset dan teknologi, serta penyerapan produk.

Selanjutnya, Pertamina dan Agrinas Palma akan memfinalisasi perluasan nota kesepahaman dan mempercepat kajian teknis serta bisnis terhadap proyek yang dinilai siap dieksekusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News