KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah mempersiapkan implementasi bensin dengan campuran bioetanol sebesar 20% atau E20, yang ditargetkan bisa berjalan pada tahun 2028. PT Agrinas Palma Nusantara (APN) akan terlibat dalam mengembangkan ekosistem bioetanol yang terintegrasi dari hulu-hilir. Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani menyatakan kesiapan APN untuk menjadi instrumen pendukung dalam upaya percepatan swasembada pangan dan energi, sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2026. APN pun mendapat mandat untuk mengelola lebih dari 4 juta hektare (ha) lahan dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Dari luasan lahan tersebut, APN akan mengelola 1 juta ha lahan untuk pengembangan bahan baku bioetanol. Ghani menegaskan, pengembangan bahan baku bioetanol oleh APN tidak akan tergantung pada satu komoditas saja. APN bakal mengembangkan bahan baku terdiversifikasi (multi-feedstock) sehingga bisa mengurangi risiko pasokan, musim dan kegagalan produksi.
Agrinas Palma Siapkan 1 Juta Hektare Lahan, Kembangkan Bahan Baku untuk Bioetanol
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah mempersiapkan implementasi bensin dengan campuran bioetanol sebesar 20% atau E20, yang ditargetkan bisa berjalan pada tahun 2028. PT Agrinas Palma Nusantara (APN) akan terlibat dalam mengembangkan ekosistem bioetanol yang terintegrasi dari hulu-hilir. Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani menyatakan kesiapan APN untuk menjadi instrumen pendukung dalam upaya percepatan swasembada pangan dan energi, sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2026. APN pun mendapat mandat untuk mengelola lebih dari 4 juta hektare (ha) lahan dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Dari luasan lahan tersebut, APN akan mengelola 1 juta ha lahan untuk pengembangan bahan baku bioetanol. Ghani menegaskan, pengembangan bahan baku bioetanol oleh APN tidak akan tergantung pada satu komoditas saja. APN bakal mengembangkan bahan baku terdiversifikasi (multi-feedstock) sehingga bisa mengurangi risiko pasokan, musim dan kegagalan produksi.
TAG: