Agro Bahari (UDNG) Optimalkan Budidaya Udang pada 2026, Lirik Peluang dari El Nino



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten budidaya tambak udang, PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) melirik peluang dari fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada musim kemarau tahun ini.

Direktur Agro Bahari Nusantara, Christian Brandon mengatakan, perusahaan budidaya udang seperti UDNG saat ini justru mengharapkan adanya musim kemarau.

“Pasalnya, jika tak ada hujan, fotosintesis di kolam dapat meningkat sehingga kadar oksigen dalam kolam dapat lebih tinggi,” jelas Christian menjawab Kontan dalam paparan publik virtual, Rabu (22/4/2026).


Maka itu, musim kekeringan dinilai menjadi momentum yang baik untuk membudidayakan udang karena level stres pada udang relatif lebih kecil. Dengan terjadinya El Nino, Christian menyebut siklus budidaya ke depannya bisa lebih optimal.

Baca Juga: Industri Kaca Siap Serap Lonjakan Permintaan di Tengah Diversifikasi Kemasan

Ia menambahkan, saat ini kegiatan budidaya udang Vannamei yang dijalankan perusahaan masih berjalan dengan normal. 

Untuk meningkatkan kapasitas produksi, selain menyesuaikan padat tebar dengan kondisi cuaca kemarau panjang, perusahaan juga memperpanjang masa budidaya (day of cultivation/DOC). Hal ini disebut bertujuan untuk menghasilkan ukuran udang yang lebih besar dengan produktivitas lebih tinggi.

Dari sisi inovasi dan jejaring, UDNG juga akan terus berpartisipasi dalam forum petambak udang Indonesia untuk memperbarui teknologi dan adopsi produk terbaru.

Christian melanjutkan, tahun ini UDNG lebih berfokus menggunakan belanja modal untuk merawat kolam-kolam yang telah ada, alih-alih ekspansi kolam. Namun sayangnya, UDNG tak memerinci besaran belanja modal yang disiapkan.

Terkait bidikan pertumbuhan kinerja, manajemen juga tak menetapkan target yang tetap baik dari sisi top line maupun bottom line. “Pendekatan kami dengan melihat kondisi di lapangan case by case, dengan memantau kolam-kolam kami dan proses budidayanya secara harian atau day by day scenario,” imbuh Christian.

Tahun lalu, UDNG juga telah membangun tambak baru di Pantai Tanjung Kemirai, Bangka Belitung yang telah beroperasi sejak Februari 2025. Dus, saat ini, perusahaan menjalankan kegiatan usaha pada dua titik di Bangka Belitung dengan total kolam produksi sekitar 45 kolam.

Asal tahu saja, sepanjang 2025, pendapatan UDNG mencapai Rp 21,62 miliar. Capaian ini melonjak sekitar 591% year-on-year (yoy) dari Rp 3,13 miliar pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, UDNG masih membukukan rugi sebesar Rp 3,43 miliar pada tahun lalu. Namun, jumlahnya menyusut 6,54% yoy dari Rp 3,67 miliar pada 2024.

Baca Juga: Pemerintah Berencana Ekspor Listrik ke Singapura, IESR Ingatkan PR Revisi Peraturan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News