Agung Intiland Kembangkan Laksana Business Park untuk Garap Kebutuhan Kawasan Bisnis



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pengembang properti Agung Intiland mendorong pengembangan Laksana Business Park untuk menangkap kebutuhan kawasan industri dan bisnis yang terintegrasi seiring pertumbuhan investasi di Indonesia.

Berdasarkan data yang disampaikan perusahaan, realisasi investasi nasional mencapai Rp 1.010,6 triliun pada semester I-2026, tumbuh 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan investasi tersebut turut membuka kebutuhan terhadap ruang usaha yang didukung aksesibilitas, konektivitas, dan fasilitas penunjang operasional bisnis.

General Manager Business Development and Technical Agung Intiland Farizki Hakim Rosyidi mengatakan, pengembangan kawasan bisnis tidak hanya berfokus pada penyediaan bangunan, tetapi juga pada kemampuan kawasan dalam mendukung efisiensi operasional dan ekspansi usaha.


“Nilai sebenarnya tercipta ketika sebuah kawasan mampu mendukung pelaku usaha untuk beroperasi secara lebih efisien, terhubung dengan rantai pasok, serta memiliki ruang dan peluang untuk terus berkembang,” ujar Farizki dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).

Baca Juga: Pemerintah Perluas Penerima Rumah Subsidi, REI Proyeksi Penjualan Naik 30%-40%

Agung Intiland mengembangkan Laksana Business Park sebagai kawasan terintegrasi untuk mendukung aktivitas industri dan bisnis. Salah satu klaster di kawasan tersebut adalah Luxima Bizhub, yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan ruang usaha dan pergudangan.

Dalam pengembangan kawasan, perusahaan mempertimbangkan konektivitas dengan jaringan jalan tol, bandara, dan pelabuhan untuk menunjang mobilitas barang maupun aktivitas bisnis. Agung Intiland juga menyiapkan pengembangan kawasan secara berkelanjutan hingga tahap ketiga agar dapat mengakomodasi kebutuhan pasar pada masa mendatang.

Selain pengembangan kawasan, Agung Intiland berupaya menawarkan konsep ruang usaha yang fleksibel melalui Luxima Bizhub. Klaster ini menggabungkan fungsi pergudangan, desain modern, serta fleksibilitas penggunaan untuk mendukung kebutuhan operasional pelaku usaha.

Farizki menilai, kebutuhan pelaku usaha terhadap kawasan bisnis turut berkembang seiring perubahan cara perusahaan menjalankan kegiatan operasionalnya. Karena itu, pengembangan kawasan perlu memperhatikan fungsi ruang, konektivitas, dan potensi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Adapun Agung Intiland dan Luxima Bizhub masing-masing meraih penghargaan dalam Indonesia Real Estate Awards 2026 pada 25 September 2026. Agung Intiland memperoleh penghargaan Best Industrial & Business Park Developer – Indonesia, sedangkan Luxima Bizhub meraih Best Innovative Business Hub Development – Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan oleh SEA CONNECT, ekosistem teknologi properti yang menaungi Lamudi co id dan Dot Property Group. Meski demikian, perusahaan belum memerinci nilai investasi, target penjualan, maupun tingkat okupansi Laksana Business Park dan Luxima Bizhub.

Baca Juga: Aprindo Dorong Transformasi Digital untuk Perkuat Daya Saing Industri Ritel

Bagi Agung Intiland, pengembangan properti ke depan tidak cukup hanya menjawab pertanyaan mengenai di mana sebuah properti berada, tetapi juga apa yang dapat dilakukan kawasan tersebut untuk membantu bisnis di dalamnya tumbuh.

Pendekatan inilah yang menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun kawasan industri dan bisnis yang relevan terhadap dinamika pasar sekaligus memiliki nilai jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News