JAKARTA. Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Agus Sudiarto, terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) periode 2015-2018. Agus terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) Asbisindo di Jakarta 16 April 2015, menggantikan Ketua Umum sebelumnya Yuslam Fauzi. Agus bilang, Asbisinso memiliki peran strategis di dalam mengembangkan bank syariah di Indonesia yang saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan internal dan eksternal seperti sosialisasi, kompetensi sumber daya manusia (SDM), permodalan, sengketa di lembaga peradilan, pengembangan (diversifikasi) produk. Selain itu, Agus mengakui bahwa saat ini kondisi perbankan syariah secara umum sedang melambat. "Sepanjang 2014, market share perbankan syariah bahkan lebih rendah atau turun sedikit dibandingkan dengan tahun 2013. Market share perbankan syariah pada 2014 berada di bawah 5%. Perbankan syariah seperti mengalami five percent trap (terjebak di 5%). Karena itu, kami sedang mencari apa yang bisa menjadi stimulus industri keuangan syariah," ucap Agus, Kamis (16/4).
Agus Sudiarto terpilih jadi Ketua Umum Asbisindo
JAKARTA. Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Agus Sudiarto, terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) periode 2015-2018. Agus terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) Asbisindo di Jakarta 16 April 2015, menggantikan Ketua Umum sebelumnya Yuslam Fauzi. Agus bilang, Asbisinso memiliki peran strategis di dalam mengembangkan bank syariah di Indonesia yang saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan internal dan eksternal seperti sosialisasi, kompetensi sumber daya manusia (SDM), permodalan, sengketa di lembaga peradilan, pengembangan (diversifikasi) produk. Selain itu, Agus mengakui bahwa saat ini kondisi perbankan syariah secara umum sedang melambat. "Sepanjang 2014, market share perbankan syariah bahkan lebih rendah atau turun sedikit dibandingkan dengan tahun 2013. Market share perbankan syariah pada 2014 berada di bawah 5%. Perbankan syariah seperti mengalami five percent trap (terjebak di 5%). Karena itu, kami sedang mencari apa yang bisa menjadi stimulus industri keuangan syariah," ucap Agus, Kamis (16/4).