AI Mengancam, HSBC Dikabarkan Pangkas Pekerja Wealth Management Inggris hingga 70%



KONTAN.CO.ID - HSBC berencana memangkas jumlah pekerja di bisnis wealth management Inggris sebagai bagian dari strategi memperluas penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam operasional perbankan.

Mengutip Reuters, Rabu (7/10/2026), rencana tersebut mencakup pengurangan sekitar separuh posisi manajemen dan tenaga spesialis.

Sementara itu, jumlah penasihat keuangan atau financial adviser di bisnis tersebut berpotensi dipangkas hingga sekitar 70%, menurut laporan Financial Times (FT) yang mengutip sumber yang mengetahui rencana tersebut.


Baca Juga: Daftar 20 Negara Produsen Kendaraan Terbesar di Dunia, Ada Indonesia

HSBC tidak mengungkapkan jumlah pekerja dalam bisnis wealth management di Inggris. Namun, FT memperkirakan HSBC memiliki ratusan relationship manager yang tersebar di berbagai wilayah Inggris.

HSBC saat ini masih dalam periode konsultasi terkait perubahan tersebut. Karyawan yang terdampak diperkirakan akan meninggalkan perusahaan pada akhir Oktober 2026.

“HSBC UK adalah pengelola wealth dan penyedia premium banking terkemuka di Inggris yang telah lama berdiri. Kami terus berkembang untuk menghadirkan produk dan layanan yang lebih didukung teknologi digital guna mendukung layanan wealth terbaik serta memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berubah,” kata HSBC dalam pernyataannya kepada Reuters.

Pemangkasan tenaga kerja tersebut menjadi bagian dari strategi CEO HSBC Georges Elhedery untuk memperluas pemanfaatan AI.

Baca Juga: Beban Bunga Tembus 10% Penerimaan, Negara Berkembang Butuh Skema Utang Baru

Sejak mengambil alih posisi CEO pada 2024, Elhedery menjadikan AI sebagai salah satu fokus utama transformasi HSBC.

Dalam acara HSBC Investor Day pada Mei lalu, Elhedery mengatakan karyawan perlu menerima perubahan yang didorong AI dan tidak menolaknya.

Ia juga memperingatkan bahwa penggunaan generative AI akan menghilangkan sejumlah pekerjaan.

HSBC telah menerapkan teknologi tersebut di berbagai fungsi dan lini bisnis untuk menyederhanakan operasional serta mempersonalisasi konten bagi nasabah.

Langkah HSBC mencerminkan tren yang lebih luas di industri perbankan global. Bank-bank meningkatkan investasi di bidang AI untuk mengubah proses kerja dan struktur organisasi, termasuk menggeser sejumlah peran yang sebelumnya dilakukan oleh tenaga manusia.

Baca Juga: China Siapkan Kandidat untuk Pimpin WHO, Berpeluang Perluas Pengaruh

Perkembangan tersebut juga meningkatkan kekhawatiran mengenai dampak AI terhadap lapangan kerja.

Sejumlah sektor yang memiliki tingkat paparan tinggi terhadap otomatisasi mulai menghadapi perubahan kebutuhan tenaga kerja seiring semakin luasnya penggunaan teknologi AI.