AI Mulai Tekan Permintaan Pekerja Pemula, Ini Peringatan Presiden Singapura



KONTAN.CO.ID - Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam memperingatkan pemerintah di berbagai negara untuk segera mengantisipasi dampak kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap penyerapan tenaga kerja, terutama bagi lulusan baru perguruan tinggi.

Tharman mengatakan, perkembangan AI mulai menekan permintaan tenaga kerja pada level pemula atau entry level.

Kondisi ini berpotensi menyulitkan lulusan baru memperoleh pekerjaan pertama setelah menyelesaikan pendidikan mereka.


Baca Juga: IMF: Investasi AI Jaga Pertumbuhan Global di Kisaran 3%, Asia Dapat Manfaat Besar

“Ada persoalan khusus yang harus segera kita tangani, yakni posisi awal dalam dunia kerja. Permintaan terhadap pekerjaan pertama setelah lulus kini mulai berkurang,” ujar Tharman dalam pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Bangkok, Senin (12/10/2026), seperti dikutip Reuters.

Menurut Tharman, bukti penurunan permintaan tenaga kerja tersebut sudah terlihat jelas, terutama pada sektor-sektor yang paling terekspos oleh perkembangan AI.

Peringatan ini menyoroti tantangan baru bagi pasar tenaga kerja global. Seiring kemampuan AI mengambil alih sejumlah tugas yang sebelumnya dilakukan manusia, kebutuhan perusahaan terhadap pekerja pemula berpotensi berubah, termasuk untuk pekerjaan yang selama ini menjadi pintu masuk bagi lulusan baru ke dunia profesional.

Tharman juga mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi kesenjangan baru antara negara berkembang dan negara maju akibat disrupsi AI.

Menurutnya, perkembangan teknologi tersebut perlu direspons agar dampaknya tidak memperlebar perbedaan kondisi ekonomi dan peluang kerja di antara kedua kelompok negara.

Baca Juga: China Jatuhkan Sanksi kepada Menteri Paraguay dan Belize atas Hubungan dengan Taiwan

Pernyataan tersebut menempatkan dampak AI terhadap lapangan kerja lulusan baru sebagai salah satu persoalan yang perlu segera ditangani pemerintah.

Selain mendorong pemanfaatan teknologi, kebijakan ketenagakerjaan dan pengembangan keterampilan juga menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan kebutuhan tenaga kerja di era AI.