KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat serangan siber semakin cepat dan sulit diantisipasi. Risiko ini kian besar seiring meningkatnya ketergantungan perusahaan pada layanan cloud, identitas digital, dan rantai pasok perangkat lunak. Laporan Microsoft Digital Defense Report 2026 menempatkan Indonesia di peringkat ke-24 dunia dan ke-10 di Asia Pasifik sebagai negara dengan pelanggan yang paling sering terdampak aktivitas ancaman siber. Peringkat tersebut berdasarkan temuan Microsoft selama periode Juli 2025 hingga Juni 2026. Laporan itu mengungkapkan, pelaku kejahatan siber semakin memanfaatkan AI untuk mencari celah keamanan, membuat malware, serta menjalankan phishing dan penipuan digital dalam skala besar. Teknologi ini juga memungkinkan serangan yang sebelumnya membutuhkan waktu berhari-hari dilakukan dalam hitungan detik.
AI Percepat Serangan Siber, Indonesia Masuk Peringkat 24 Dunia
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat serangan siber semakin cepat dan sulit diantisipasi. Risiko ini kian besar seiring meningkatnya ketergantungan perusahaan pada layanan cloud, identitas digital, dan rantai pasok perangkat lunak. Laporan Microsoft Digital Defense Report 2026 menempatkan Indonesia di peringkat ke-24 dunia dan ke-10 di Asia Pasifik sebagai negara dengan pelanggan yang paling sering terdampak aktivitas ancaman siber. Peringkat tersebut berdasarkan temuan Microsoft selama periode Juli 2025 hingga Juni 2026. Laporan itu mengungkapkan, pelaku kejahatan siber semakin memanfaatkan AI untuk mencari celah keamanan, membuat malware, serta menjalankan phishing dan penipuan digital dalam skala besar. Teknologi ini juga memungkinkan serangan yang sebelumnya membutuhkan waktu berhari-hari dilakukan dalam hitungan detik.
TAG: