KONTAN.CO.ID - NEW YORK Persaingan di industri ritel memasuki babak baru seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) generatif seperti ChatGPT dan Gemini milik Google sebagai sarana mencari rekomendasi produk. Kondisi ini mendorong para peritel global mengoptimalkan situs web mereka agar produknya mudah ditemukan chatbot, sekaligus berupaya mempertahankan transaksi tetap terjadi di platform milik sendiri. Melansir Reuters (7/8), sejumlah perusahaan ritel besar seperti Walmart, Ulta Beauty, dan Wayfair mulai memperbarui tampilan serta deskripsi produk di situs mereka agar lebih mudah dikenali oleh chatbot AI. Langkah tersebut ditempuh menyusul meningkatnya trafik pengunjung yang datang dari platform AI. Meski demikian, para peritel enggan menyerahkan seluruh proses belanja kepada platform AI. Mereka ingin pelanggan tetap menyelesaikan transaksi di situs resmi perusahaan agar data perilaku konsumen, mulai dari riwayat pencarian, nilai keranjang belanja hingga histori pembelian, tetap dapat dikelola. Data tersebut dinilai menjadi aset penting untuk meningkatkan penjualan dan membangun loyalitas pelanggan.
AI Ubah Strategi Bisnis Ritel Global
KONTAN.CO.ID - NEW YORK Persaingan di industri ritel memasuki babak baru seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) generatif seperti ChatGPT dan Gemini milik Google sebagai sarana mencari rekomendasi produk. Kondisi ini mendorong para peritel global mengoptimalkan situs web mereka agar produknya mudah ditemukan chatbot, sekaligus berupaya mempertahankan transaksi tetap terjadi di platform milik sendiri. Melansir Reuters (7/8), sejumlah perusahaan ritel besar seperti Walmart, Ulta Beauty, dan Wayfair mulai memperbarui tampilan serta deskripsi produk di situs mereka agar lebih mudah dikenali oleh chatbot AI. Langkah tersebut ditempuh menyusul meningkatnya trafik pengunjung yang datang dari platform AI. Meski demikian, para peritel enggan menyerahkan seluruh proses belanja kepada platform AI. Mereka ingin pelanggan tetap menyelesaikan transaksi di situs resmi perusahaan agar data perilaku konsumen, mulai dari riwayat pencarian, nilai keranjang belanja hingga histori pembelian, tetap dapat dikelola. Data tersebut dinilai menjadi aset penting untuk meningkatkan penjualan dan membangun loyalitas pelanggan.