AI Ubah Strategi Bisnis Ritel Global



KONTAN.CO.ID - NEW YORK Persaingan di industri ritel memasuki babak baru seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) generatif seperti ChatGPT dan Gemini milik Google sebagai sarana mencari rekomendasi produk. Kondisi ini mendorong para peritel global mengoptimalkan situs web mereka agar produknya mudah ditemukan chatbot, sekaligus berupaya mempertahankan transaksi tetap terjadi di platform milik sendiri.

Melansir Reuters (7/8), sejumlah perusahaan ritel besar seperti Walmart, Ulta Beauty, dan Wayfair mulai memperbarui tampilan serta deskripsi produk di situs mereka agar lebih mudah dikenali oleh chatbot AI. Langkah tersebut ditempuh menyusul meningkatnya trafik pengunjung yang datang dari platform AI.

Meski demikian, para peritel enggan menyerahkan seluruh proses belanja kepada platform AI. Mereka ingin pelanggan tetap menyelesaikan transaksi di situs resmi perusahaan agar data perilaku konsumen, mulai dari riwayat pencarian, nilai keranjang belanja hingga histori pembelian, tetap dapat dikelola. Data tersebut dinilai menjadi aset penting untuk meningkatkan penjualan dan membangun loyalitas pelanggan.


Prospek belanja melalui AI pun terus membesar. Juniper Research memperkirakan, nilai transaksi yang dipengaruhi agen AI seperti Claude dan Gemini mencapai US$ 8 miliar pada tahun ini. Sementara Adobe Analytics mencatat sebanyak 41% konsumen di Amerika Serikat menggunakan AI generatif untuk berbelanja online pada Juni 2026. Menariknya, pengunjung yang datang melalui layanan AI menghasilkan pendapatan per kunjungan 41% lebih tinggi dibandingkan pengguna yang berasal dari kanal pencarian konvensional.

Perubahan perilaku konsumen ini juga mengubah strategi pemasaran digital para peritel. Berbeda dengan mesin pencari yang mengandalkan kata kunci, chatbot AI menjawab pertanyaan yang lebih spesifik sehingga perusahaan harus menyusun informasi produk secara lebih lengkap dan relevan agar direkomendasikan kepada pengguna.

Baca Juga: Peritel AS Percepat Pemesanan dari China, Amankan Stok untuk Musim Liburan

Head of Digital and E-Commerce Ulta Beauty Josh Friedman mengatakan, perusahaan ingin hadir di setiap kanal yang digunakan konsumen, termasuk chatbot AI. Menurutnya, pelanggan yang menemukan produk Ulta melalui ChatGPT dan Gemini menunjukkan tingkat niat beli dan konversi hingga dua kali lebih tinggi dibandingkan kanal lainnya.

Ulta kini bekerja sama dengan Google untuk mengintegrasikan keranjang belanja dan program loyalitas Ulta Beauty Rewards ke dalam pengalaman berbelanja di Gemini. Meski demikian, perusahaan tetap mengarahkan pelanggan menyelesaikan transaksi melalui situs resminya.

Strategi serupa juga diterapkan Amazon Web Services (AWS). Kepala Global Digital Commerce AWS Vince Koh mengatakan, perusahaan mendorong klien ritelnya memanfaatkan AI sebagai saluran pemasaran, namun tetap menjadikan situs resmi sebagai tempat utama bertransaksi.

Menurut Koh, peritel memiliki keunggulan dibandingkan AI serbaguna karena menguasai data pelanggan dan produk yang jauh lebih lengkap. Informasi tersebut memungkinkan perusahaan memberikan rekomendasi yang lebih personal sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan konsumen.

Platform perencanaan pernikahan The Knot juga mengoptimalkan situsnya agar vendor-vendor mereka muncul dalam hasil pencarian ChatGPT. Namun perusahaan tetap mengarahkan calon pengantin melakukan pemesanan lokasi pernikahan maupun undangan melalui situs resmi The Knot.

Sementara itu, OpenAI telah menghentikan fitur Instant Checkout yang sebelumnya memungkinkan pengguna membeli produk langsung melalui ChatGPT. Perusahaan kini lebih fokus membantu pedagang dan marketplace seperti Etsy memanfaatkan sistem pembayaran mereka sendiri.

Chief Product and Technology Officer Etsy Rafe Colburn mengatakan, sebagian besar pengguna yang menemukan produk melalui ChatGPT pada akhirnya tetap kembali ke situs Etsy untuk menyelesaikan transaksi. Hal ini menunjukkan chatbot AI mulai berperan sebagai pintu masuk pencarian produk, sementara kendali transaksi dan hubungan dengan pelanggan masih berada di tangan para peritel.

Baca Juga: Klub Liga Premier Inggris Beralih Sponsor dari Perusahaan Judi ke Fintech