Aila Afifah, Jemaah Haji Termuda Asal Pontianak Gantikan Almarhumah Ibu



KONTAN.CO.ID – MADINAH. Di tengah ratusan jemaah haji Embarkasi Batam (BTH) Kloter 16 yang tiba di Bandara King Abdulaziz Jeddah pada Jumat (8/5) siang waktu Arab Saudi, sosok Aila Afifah mencuri perhatian. Gadis asal Pontianak, Kalimantan Barat, itu dinobatkan sebagai jemaah haji termuda tahun ini.

Di usianya yang masih sekitar 12 tahun, Aila menunjukkan keteguhan hati yang luar biasa. Setelah menyelesaikan ujian sekolah kelas VI di SD LKIA Pontianak, ia mantap berangkat ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji sekaligus membawa amanah besar menggantikan almarhumah ibundanya.

Perjalanan spiritual Aila bersama sang ayah, Ismail Umar, menyimpan kisah haru yang menyentuh banyak hati. Ismail mengungkapkan bahwa keluarganya telah mendaftar haji sejak tahun 2013. Namun, rencana tersebut berubah setelah sang istri meninggal dunia pada 2021 akibat pandemi Covid-19.


Kepergian sang ibu membuat keluarga harus menyesuaikan kembali rencana keberangkatan haji. Ismail mengaku sempat ragu lantaran adanya ketentuan usia minimal bagi jemaah haji. Namun, perubahan aturan yang memungkinkan Aila berangkat menjadi jalan yang membuka kesempatan bagi putrinya untuk menunaikan ibadah haji.

Baca Juga: Jemaah Haji Diimbau Siapkan Ceklis Barang Sebelum Berangkat dari Madinah ke Makkah

"Alhamdulillah, dengan bantuan dari Kementerian yang mengurus haji dan pihak sekolah, kondisi Aila memungkinkan untuk berangkat. Saya hanya berdoa semoga kami kembali dalam keadaan sehat walafiat," ujar Ismail Umar dengan nada haru.

Meski masih belia, Aila telah melakukan berbagai persiapan sebelum berangkat ke Arab Saudi. Ia mengikuti manasik haji, memperdalam ibadah, hingga menjaga kebugaran fisik dengan rutin berolahraga bersama ayahnya.

Aila mengaku merasa bahagia bisa berangkat haji tahun ini. Di balik kebahagiaannya, tersimpan kerinduan mendalam kepada sang ibu yang telah lebih dulu berpulang.

"Saya sangat senang. Persiapannya sudah baik, mulai dari ibadah, shalat, hingga manasik," kata Aila singkat.

Baca Juga: Kemenhaj RI Pastikan Layanan Haji 2026 di Madinah Berjalan Optimal

Momen paling menyentuh muncul ketika Aila mengungkapkan doa khusus yang ingin ia panjatkan di depan Kakbah nanti.

"Semoga Mama tenang di alam sana dan dilapangkan kuburnya," ucapnya lirih.

Keberangkatan Aila Afifah bersama Kloter BTH 16 menjadi simbol cinta dan bakti seorang anak kepada orang tua. Di usia yang sangat muda, ia membawa semangat pengabdian sekaligus harapan keluarga untuk menuntaskan amanah sang ibu.

Ismail berharap perjalanan ibadah ini tidak hanya menjadi pengganti kewajiban haji almarhumah istrinya, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang membentuk karakter Aila menjadi pribadi yang salihah dan memperoleh predikat haji mabrur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News