JAKARTA. Keinginan pemerintah untuk meningkatkan rasio jangkauan masyarakat terhadap layanan air minum dan sanitasi menjadi 100% dalam lima tahun ke depan masih banyak ganjalan. Salah satunya, berasal dari besarnya kebutuhan investasi yang diperlukan untuk membangun sarana dan prasarana air minum dan sanitasi. Berdasarkan perhitungan Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi), untuk membangun atau menambah satu pelanggan saja, kebutuhan investasinya rata-rata sebesar Rp 10 juta. Direktur Eksekutif Perpamsi Subekti mengatakan, dengan gambaran investasi rata-rata per pelanggan tersebut, maka untuk bisa meningkatkan rasio jangkauan masyarakat terhadap air minum dalam lima tahun ke depan menjadi 100% dibutuhkan anggaran hingga Rp 274 triliun.
Air butuh investasi Rp 270 T hingga 2019
JAKARTA. Keinginan pemerintah untuk meningkatkan rasio jangkauan masyarakat terhadap layanan air minum dan sanitasi menjadi 100% dalam lima tahun ke depan masih banyak ganjalan. Salah satunya, berasal dari besarnya kebutuhan investasi yang diperlukan untuk membangun sarana dan prasarana air minum dan sanitasi. Berdasarkan perhitungan Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi), untuk membangun atau menambah satu pelanggan saja, kebutuhan investasinya rata-rata sebesar Rp 10 juta. Direktur Eksekutif Perpamsi Subekti mengatakan, dengan gambaran investasi rata-rata per pelanggan tersebut, maka untuk bisa meningkatkan rasio jangkauan masyarakat terhadap air minum dalam lima tahun ke depan menjadi 100% dibutuhkan anggaran hingga Rp 274 triliun.