KONTAN.CO.ID - JAKARTA. AirAsia X sepakat membeli 150 unit Airbus A220-300, dengan nilai investasi sekitar US$ 19 miliar.
Kesepakatan ini juga memberikan fleksibilitas bagi AirAsia untuk meningkatkan jumlah pemesanan hingga total 300 pesawat dari keluarga A220. Penambahan armada ini seiring pertumbuhan kebutuhan grup di masa mendatang. Group CEO AirAsia Group Bo Lingam, menyatakan pemesanan ini menjadi pesanan pasti terbesar di dunia untuk pesawat tipe A220 yang pernah dilakukan oleh sebum maskapai.
Baca Juga: Kemendag: Surplus Dagang Maret 2026 Ditopang Ekspor Nonmigas Langkah tersebut sekaligus menandai arah baru strategi armada AirAsia ke depan, dengan fokus pada efisiensi operasional dan penguatan profitabilitas di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang. “Melalui pemesanan ini, AirAsia menjadi maskapai pertama di dunia yang mengoperasikan konfigurasi Airbus A220 terbaru berkapasitas 160 kursi. Varian ini akan menjadi tulang punggung armada generasi berikutnya dengan efisiensi yang lebih optimal, sekaligus menghadirkan kapasitas yang lebih sesuai untuk mendukung profitabilitas pada rute dengan tingkat permintaan menengah,” ungkap Bo Lingam, dalam keterangan resminya, Kamis (7/5/2026).
Ia melanjutkan, dengan dukungan teknologi mesin terbaru, Airbus A220 menjadi salah satu pesawat paling efisien di kelasnya dengan kombinasi ideal antara kapasitas dan jangkauan penerbangan. Dibandingkan A320ceo, pesawat ini 20% lebih hemat bahan bakar serta menghasilkan sekitar 20% emisi lebih rendah. Pesawat ini memberikan fleksibilitas lebih besar bagi AirAsia dalam menyesuaikan kapasitas dengan permintaan pasar, sekaligus memungkinkan peningkatan frekuensi penerbangan di rute-rute yang sudah ada.
“Dengan frekuensi yang lebih tinggi, penumpang dapat menikmati lebih banyak pilihan jadwal keberangkatan setiap hari, konektivitas yang lebih baik, serta pengalaman perjalanan Fly-Thru yang lebih nyaman,” tambahnya.
Selain itu, kapasitas Airbus A220 memungkinkan AirAsia mencapai profitabilitas dengan jumlah penumpang yang lebih sedikit dibandingkan pesawat
narrow-body berukuran lebih besar.
Hal ini membuka peluang untuk mengembangkan pasar-pasar berkembang dengan permintaan yang masih kecil serta hub sekunder yang sebelumnya belum layak secara komersial, sejalan dengan misi AirAsia untuk mendekatkan dunia dan menghadirkan kesempatan terbang bagi semua orang.
Baca Juga: Harga Avtur Naik di Sejumlah Bandara, Pertamina Jamin Pasokan Aman “Kami membangun Malaysia menjadi salah satu pusat maskapai berbiaya hemat terkemuka di dunia, sekaligus membuka akses perjalanan udara bagi jutaan masyarakat di Asia yang sebelumnya belum pernah terbang. Pesawat ini memungkinkan kami membangun jaringan yang lebih luas dengan frekuensi penerbangan yang lebih tinggi, sekaligus mendukung efisiensi operasional yang lebih baik,” paparnya.
Pengiriman pesawat akan dimulai pada 2028, armada ini akan dioperasikan untuk melayani berbagai destinasi di kawasan ASEAN dan Asia Pasifik.
Kehadiran A220 juga akan memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan armada, sehingga A320 dan A321 dapat dialokasikan untuk rute jarak menengah di kawasan Asia Pasifik, sementara A330 difokuskan untuk penerbangan jarak jauh menuju Eropa, Australia, dan Amerika Utara. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News