KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) melihat prospek industri penerbangan masih berpeluang bertumbuh pada sisa 2026.
Perusahaan
menilai permintaan perjalanan udara masih tetap terjaga sehingga menjadi penopang kinerja hingga akhir tahun.
Head of Indonesia Affairs & Policy Indonesia AirAsia Eddy Krismeidi Soemawilaga mengatakan, Industri penerbangan saat ini masih dibayangi dinamika ekonomi global, fluktuasi harga avtur, hingga persaingan yang semakin kompetitif. Kondisi tersebut mendorong seluruh pelaku industri untuk terus beradaptasi, meningkatkan efisiensi, dan menghadirkan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan pelanggan.
Baca Juga: Hadapi Pelemahan Daya Beli, DEPO Tetap Incar Pertumbuhan pada 2026 “Bagi Indonesia AirAsia, fokus kami tetap pada pengelolaan operasional yang disiplin, menjaga keandalan layanan, serta menawarkan tarif yang kompetitif agar perjalanan udara tetap dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat,” ungkap Eddy, kepada
Kontan.co.id, Selasa (21/7).
Di tengah berbagai dinamika yang terjadi, manajemen menilai permintaan perjalanan udara tetap terjaga, sehingga perusahaan optimistis prospek industri hingga akhir 2026 tetap memiliki peluang untuk bertumbuh. Untuk menghadapi paruh kedua 2026, AirAsia menyiapkan beberapa strategi, antara lain meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan jaringan penerbangan, serta memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan. Perusahaan juga akan mengevaluasi peluang penambahan kapasitas maupun perluasan jaringan secara bertahap sesuai perkembangan permintaan pasar dan kesiapan operasional. Menurutnya, daya saing maskapai ke depan tidak hanya ditentukan oleh besarnya kapasitas maupun jumlah rute yang dioperasikan, tetapi juga kemampuan menghadirkan layanan yang andal dan efisien. "Dengan dukungan jaringan AirAsia yang luas dan komitmen untuk terus berinovasi, Indonesia AirAsia optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus mendukung perkembangan industri penerbangan nasional," tutup Eddy. Terkait realisasi kinerja operasional,
Manajemen mengklaim kinerja operasional perusahaan berjalan sesuai dengan rencana.
Apabila merujuk data kinerja kuartal pertama lalu, CMPP tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 2,11 triliun, meningkat 5,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, AirAsia Indonesia berhasil menekan kerugian hingga 52,7% menjadi Rp 336,50 miliar, dari semula Rp 712,47 miliar per kuartal I-2025. Indonesia AirAsia juga mencatat peningkatan jumlah penumpang sebesar 8,9% menjadi 1,67 juta penumpang, didukung oleh tingkat keterisian kursi (
load factor) yang solid sebesar 83%. Jumlah penerbangan juga meningkat 8,8% dibandingkan kuartal pertama tahun 2025.
Selama kuartal pertama tahun 2026, Indonesia AirAsia juga memperluas jaringannya dengan meluncurkan sejumlah rute baru. Untuk rute internasional, maskapai membuka layanan Bali–Melbourne dan Bali–Da Nang. Sementara pada rute domestik, penambahan dilakukan melalui Surabaya–Makassar, Makassar–Palu, Makassar–Luwuk, serta Makassar–Kendari. Pengembangan ini menempatkan Makassar sebagai hub virtual strategis dalam memperkuat konektivitas di kawasan Indonesia Timur.
Baca Juga: Perkuat Ekonomi Wilayah, Pertamina Patra Niaga Dorong Program Garbatera Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News